Bab 24 | Kehidupan Baru
Pov Shelly
"Jadi apa ada pekerjaan untuk ku?" Kembali Aku bertanya
"Ada! " jawab mereka serempak.
Aku bergantian menatap keduanya.
"Jadi dengan siapa aku bekerja? "
"Aku! " jawab keduanya lagi secara serempak. Sungguh membuatku bingung.
"Kalau kalian seperti ini aku jadi bingung. Maaf, Al. Kamu 'kan sudah ada sekertaris, jadi aku ingin bekerja bersama Dimas, " ujarku.
Mendengarku menjatuhkan pilihan, Dimas tertawa lebar. "Pilihan yang tepat, shel" ujarnya. Sementara Aldi beranjak entah kemana tanpa suara.
"Terimakasih, Dimas" Sekarang tinggal pakaian yang aku pikirkan. Ya Allah, segininya hidupku. Sampai pakaian pun tak punya setelah terusir dari rumah mas Arya.
"Pakai nih!" Tiba-tiba saja Aldi melempar pakaian wanita setelah kembali. Dimas yang melihat itu pun mengulas Senyum. "Pakai Shel, itu pakaian kak Mila. Kakak kami yang perempuan. Dia tidak disini karena ikut suaminya yang tinggal di Australia" terang Dimas. Aku mengangguk.
"Dim,lo bawa aja ke kamar kak Mila ganti saja disana. Sekalian suruh pilih sesuatu. Gue mana bisa megang megang benda itu. " ucap Aldi. Benda apa? Aku tak mengerti dengan maksud ucapannya.
Dengan sigap Dimas pun mengajakku ke kamar Kak Mila. Sesampainya dikamar, Dimas membuka lemari. Disana tersusun rapi dan apik pakaian kak Mila. Ada pakaian kantor juga. Ada dalaman wanita yang tersusun rapi. Oh, mungkin ini yang dimaksud benda itu oleh Aldi " batinku.
"Kamu ambil saja yang mau kamu kenakan. Kak Mila sudah tidak akan memakai nya lagi. Bahkan jika kau mau, semua ini bisa menjadi milik mu. Oh iya, kamu juga pakai saja kamar ini. " ujarnya penuh senyum.
"Tapi Nanti kalau kakak mu marah, bagaimana?" tanyaku.
"Dia tidak mungkin marah. Malah pernah dia menyuruhku menyumbangkan semua pakaian ini, tapi aku saja yang tidak sempat" Ujarnya.
Wah kenapa bisa kebetulan begini. Ini seperti sudah menjadi jalan untuk ku.
"Dah, sekarang kamu ganti pakaian dan tidur" Ucap Dimas
"Oh ya, kenapa rumah ini sepi sekali? A…
Suami Tak Terduga
Bab 24 | Kehidupan Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments