Keluarga Erick tengah sarapan bersama.Semua orang di ruangan itu terfokus dengan piring masing-masing.
"Makan yang banyak, sayang biar baby nya sehat." Erick menaruh lauk ke piring Riana.
Mendengar ucapan Erick seketika novi menatap penuh Riana.
"Ibu, juga." Riana ikut menaruh ayam goreng ke piring mertuanya itu.
Novi tampak tidak bergeming dengan sikap Riana membuat Riana sedikit kecewa namun sesaat karena Erick menggenggam tangannya dengan senyum membuatnya merasa diberi kekuatan oleh suaminya itu.
Selesai sarapan Erick berpamitan pergi.Sepeninggalan Erick, Riana ikut duduk di sofa bersama mertuanya.
"Ibu ingin keluar atau-"
"Tidak," potong Novi cepat.
Riana pun tersenyum menyembunyikan rasa kesalnya namun Ia harus tetap mengambil hati mertuanya itu.
Riana melangkahkan menuju dapur.Ia membuatkan teh untuk mertuanya walau saat itu ada banyak ART namun Ia memiliki membuat sendiri.
Riana keluar membawa nampan yang berisi secangkir teh dan dua toples makanan ringan.
"Minum tehnya, Bu." Riana menyajikan teh di meja.
"Hem." Novi menjawab dengan dehaman.
Ia kembali duduk.
"Jika Ibu butuh sesuatu katakan saja padaku Bu," ucap Riana dengan senyuman.
Novi sedikit tersentuh dengan perlakuan manis Riana namun sesaat karena Ia kembali mengabaikannya.
"Walaupun, Ibu tidak menganggap ku tapi aku tidak akan menyerah," gumam Riana dalam hati.
***
Beberapa hari kemudian.Novi terus bersikap cuek pada Riana walau Riana selalu membalas kecuekan itu dengan sikap yang manis.
"Dimana Ibu?" tanya Erick saat melihat Ibunya tidak duduk di mejanya saat sarapan pagi.
"Aku akan melihat Ibu." Riana bangkit baru duduknya naik ke lantai empat melihat keberadaan mertuanya.
Tok ... tok.
Riana mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan dari dalam kamar itu membuat Riana langsung masuk.
Terlihat mertuanya itu masih terbaring diatas ranjangnya dengan tubuh tertutup selimut seluruhnya.Terdengar juga rintihan dari dalam selimut itu.
"Ibu." Riana meraba kening Novi.Benar dugaannya, suhu tubuh mertuanya sangat…
Perfect Life
Bab 45. Luluh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments