"Benarkah sayang?" lirih Jingga.
Seolah takdir tidak membiarkan mereka bertemu dengan mudah, tepat ketika Jingga beranjak. Hendak mengantarkan Damar bertemu dengan sang ayah, ada panggilan untuknya dari pihak BI.
"Kepada Jingga Tjandra, dipersilahkan masuk ke ruang audisi kembali."
Bahu keduanya terkulai lemas saat mendengar panggilan itu.
"Aunty dipanggil?" tanya Damar, dengan raut kecewa.
"Iya Boy, maaf ya. Aunty tidak bisa menemanimu mencari daddy. Ini semua juga demi masa depan Aunty supaya tidak suram. Dan pantas mendampingi daddy-mu nanti, Boy," lirih Jingga di akhir kalimat.
Jingga meninggalkan Damar, setelah memeluk bocah kecil itu sebagai salam perpisahan. Memberikannya pada seseorang yang Jingga yakini, dia asisten Bram.
Kembali duduk seorang diri, Damar menunduk menekuni ujung sepatunya.
"Tuan Muda," sapa seseorang pada Damar.
"Hm. Uncle Ken, di mana daddy?" tanyanya dengan lemah, tanpa melihat pada Kenan.
"Daddy ada di ruangannya, beliau ingin Tuan Muda segera ke sana," kata Kenan.
"Oke. Tapi aku lupa ruangannya." Damar menatap punggung Jingga yang semakin menjauh.
Menggandeng jemari Kenan, Damar berjalan dengan lesu ke ruangan sang ayah.
Meski berada dalam satu tempat yang sama, jika Tuhan belum ingin mempertemukan keduanya. Maka, jadilah mereka tidak akan bertemu.
Bram yang mendapati putranya masuk ruangan dalam keadaan lesu, tentu saja panik. Terlebih bocah itu tidak mengatakan apa pun pada dirinya, meski ditanya apa yang terjadi.
Meminta penjelasan dari Kenan pun percuma, sebab asistennya itu juga tidak tahu apa-apa.
Setelah membujuk Damar yang sedikit sulit untuk makan, padahal bocah itu biasanya sangat semangat ketika bertemu makanan.
Akhirnya Bram bisa bernafas lega saat melihat putranya tidur lelap.
"Aku tidak mengerti, sebenarnya apa yang terjadi dengan Damar?"
Bram menggumamkan isi pikirannya, sambil menatap wajah tidur Damar yang sangat tenang.
"Saya sendiri tidak tahu Tuan, ketika menemukan tuan muda. Beliau sedang sendirian dan sudah dalam…
Pengantar Box Jutawan
PERUSAHAAN BRAM
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 297 Episodes
Comments