Masalah dalam Proyek
"Apa tidak bisa menunggu kita pulang dulu?" Bram dan Kenan bergegas meninggalkan BI setelah mereka pamit.
"Tidak bisa, Tuan. Ini sangat darurat," sahut Kenan setelah menyerahkan Damar ke dalam gendongan Bram.
Terburu-buru, mereka bergegas menuju lokasi proyek yang sedang bermasalah.
Bram benci masalah, tapi rasanya. Masalah selalu saja mendatanginya, bahkan meski dia sudah diam saja.
"Kita ke S kontruksi, baru ke petani lahan timun emas!" titah Bram.
"Beberapa tukang bangunan di S Kontruksi mogok kerja karena gaji yang belum dibayarkan." Sambil mengemudi, Kenan mendiktekan apa-apa saja masalah yang sedang mereka hadapi.
"Loh. Dari kantor lancar kan? Kenapa setelah turun bisa tersendat?" Bram baru tahu mengenai hal itu.
"Sudah pernah saya singgung sebelumnya, Tuan. Jika di dalam kantor, banyak pengerat."
Masuk akal yang dikatakan oleh Kenan, jangan-jangan selama ini dia mendapat laporan palsu.
"Sepertinya kita harus merombak dan mengatur ulang dewan direksi Ken."
"Tidak semudah itu, Tuan. Mereka sudah puluhan tahun bersama S Konstruksi, seharusnya mereka solid. Tapi sayang, keserakahan membutakan mereka."
Bram sedang berpikir untuk merekrut orang-orangnya sendiri secara diam-diam. Supaya dia bisa siap, ketika harus menendang seluruh dewan direksi dari kursi jabatan mereka masing-masing.
Rasanya melelahkan, bekerjasama dengan orang-orang bermuka dua. Seolah perusahaan sangat membutuhkan mereka, sampai mereka lupa. Jika, ada jutaan manusia yang memiliki potensi lebih besar tengah menanti jabatan mereka.
Sampai di lokasi bangunan, Bram dibuat kesal. Mulai dari kerangka bangunan dan letaknya. Yang tidak sesuai dengan gambar yang sudah dibuat oleh arsitektur kepercayaan S Konstruksi.
"Apa-apaan ini Kenan?" Wajah Bram memerah karena marah, dia mencoba meraih kepercayaan semua orang dengan memberi kepercayaan pada mereka.
Tetapi, Bram merasa jika kepercayaannya diludahkan begitu saja.
"Tidak ada orang yang bisa anda percayai seratus persen, Tuan. Anda…
Pengantar Box Jutawan
PRIA SERAKAH
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 297 Episodes
Comments