Bram sedikit jauh, menghubungi Hari di segala penjuru anak perusahaannya, dibantu Kenan untuk menyelidiki seluk beluk keluarga Tjandra. Tak begitu lama setelah Bram selesai menghubungi seseorang, Jingga mendekat.
"Bram, Kenapa kau tadi setuju dengan rencana yang dibuat kakekku?"
Sesampainya di kamar, Jingga tak lagi bisa menahan diri! Dia sudah menutup pintunya dan menarik Bram ke arah wardrobe, supaya obrolan mereka tidak terdengar dari siapapun, termasuk Dark, asisten kakeknya yang baru saja mengantarkan mereka, entah sudah pergi atau belum dari depan kamar Jingga.
"Nah, kau sendiri Kenapa juga mesti pura-pura mengandung?" seru Bram sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Rencanaku tadi tidak begitu, Jingga! Tapi kau malah memotong pembicaraanku dengan ayahmu!" seru Bram dengan tangannya yang sekarang ada di pinggang.
"Aku tadi sedang mencoba bernegosiasi dengannya!"
"Ish, mana aku tahu? aku tadi hanya ingin mendukungmu dan membuat permasalahannya cepat selesai!"
"Nah, nyatanya selesai nggak?"
"Ehem!" Jingga membuang wajahnya dari Bram sambil bersungut, saat pria itu menyindir.
"Justru masalahnya jadi semakin dalam kan?"
Jingga tak menyahut saat Bram mengutarakan ini. Akhirnya pria itu pun membuang wajahnya dan menghela napas pelan sambil mengamati deretan pakaian Jingga yang pas sekali tertata rapi di depan matanya.
"Sudahlah percuma juga kalau kita berdebat!" Bram tidak mau menambah keruh keadaan dengan keributannya bersama Jingga, toh dia sudah masuk ke dalam keluarga Tjandra saja sudah bagus.
'Boy, maafkan dady! Dady harus mengirim kamu dengan kakek berlibur tanpa Dady.' batin Bram gemuruh mengingat Damar putranya.
"Lalu apa yang ingin kau rencanakan, Bram?" tanya Jingga, yang juga tidak mau berpanjang lebar! Dia pun berdecak
"Semuanya malah mengarah pada kehancuranmu sendiri!"
"Memang! hah!" Bram memijat keningnya sambil berlalu dari wardrobe menuju kamar Jingga, diikuti oleh wanita itu di belakangnya
"Bodohnya aku tadi ikut bermain perasaan dan a…
Pengantar Box Jutawan
SOLUSI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 297 Episodes
Comments