30. Siapa Pria Itu

Ketika membuka mata, Aria mendapati dirinya berbaring di sebuah ranjang di rumah sakit dengan selang infus terpasang pada punggung telapak tangan kirinya.

Dia berkedip, menyesuaikan matanya dengan cahaya lampu terang benderang yang tertanam pada langit-langit berwarna putih bersih.

Memorinya sebelum dia kehilangan kesadaran berputar kembali di dalam kepalanya. Dia tidak mengingat bagaimana dan siapa yang membawanya ke rumah sakit, tapi wajah Ariel yang mengejeknya dia ingat dengan sangat jelas.

Aria oh Aria... Kenapa kau konyol sekali.

Coba berpikirlah dua kali sebelum bertindak. Kalau sudah begini mau dikemanakan wajahnya, dia sudah tidak punya muka di depan wanita ular itu.

"Aah!" Dia berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya.

Saat itu juga mendadak pintu terbuka, "Aria."

Dimitri yang sedang menelpon di luar ruangan menerjang masuk seketika dia mendengar teriakan dari dalam. Diikuti oleh dokter Frans yang kebetulan hendak mengecek pasien di ruangan sebelah. Ketika mereka melihat Aria yang memegangi kepalanya, dua orang itu berpikir jika Aria tengah kesakitan.

"Frans, cepat periksa dia." Dimitri berkata, ada kekhawatiran yang tidak begitu kentara dalam nada bicaranya.

Dengan cepat dokter Frans langsung memasang stetoskopnya dan melakukan serangkaian pemeriksaan kepada Aria. "Aria, ikuti gerakan jariku." Dokter Frans menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri di depan Aria dan mengamati gerakan pupil matanya.

"Semuanya normal, dia baik-baik saja." Katanya setelah selesai.

"Kau yakin? Lalu kenapa dia masih begitu?" Dimitri bertanya dengan tidak sabar. Sejak tadi, Aria hanya menatapnya dan tidak mengatakan apapun. Hal itu membuatnya khawatir. "Periksa ulang." Perintahnya sedikit kasar.

Dokter Frans menurutinya, bagaimanapun pasiennya mengalami benturan di kepala. Otak manusia masihlah menjadi misteri yang belum terpecahkan, bisa saja semuanya terlihat baik tapi bisa jadi ada yang bermasalah. Terlebih lagi perilaku Aria juga aneh.

"Sebaiknya kita melakukan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!