Menyeduh kopi Syifa duduk merenung sembari menatap pot-pot berisi tanaman hias yang basah oleh embun di taman samping dapur. Ia masih memikirkan perkataan mamanya tadi malam.
Merasa kehilangan sebuah lentera harapan yang menjadi impian. Terasa ada yang perih di dalam relung hati mengetahui kenyataan pahit tentang takdir yang Allah gariskan padanya. Hingga tanpa ia sadari jika Dion sudah duduk di sampingnya sembari memperhatikannya.
Padahal Syifa akan sangat menjaga jarak dan selalu menghindar untuk berduaan dengannya. Tapi kali ini Dion heran karena Syifa hanya diam saja bahkan saat ia duduk di hadapannya seraya memandangi netra indah gadis bercadar itu. Dion menyadari jika pandangan gadis itu kosong. Ia sangat penasaran dengan apa yang tengah dilamunkan Syifa hingga tidak menyadari kedatangannya.
"Ekhm ... ekhm ...!" Dehem Dion membuyarkan lamunan Syifa.
"Astaghfirullah!" pekik Syifa kaget. Ia segera mengalihkan pandangannya saat menyadari Dion terus menerus memandang ke arahnya sembari menertawakannya.
"Melamun apa sih, Mbak?" tanya Dion sembari menahan tawa. Gemas melihat ekspresi Syifa yang terlihat malu-malu saat kepergok melamun.
"Maaf, saya permisi!" Tanpa menjawab Syifa beranjak bangkit dari duduknya sembari membawa secangkir kopi yang masih tersisa setengahnya. Ia memilih pergi karena ia tidak ingin berdua-duaan dengan Dion. Terlebih Dion bukanlah orang yang tepat untuknya berbagi cerita perihal apa yang saat ini terjadi padanya.
"Mbak ...!" ucap Dion seraya ikut berdiri. Hampir saja ia refleks hendak memegang lengan Syifa untuk menghentikannya.
"Jangan sentuh saya!" seru Syifa seraya mundur memberi jarak di antara mereka.
"M-maaf, nggak sengaja, Mbak. Sumpah!" kilah Dion sembari mengangkat dua jarinya. "Tadi aku cuma mau bilang ... kalau Mbak butuh bantuan bilang aja ke aku, Mbak. Mungkin aku bisa bantu!"
Syifa menatap sekilas wajah Dion yang memang terlihat tulus. Syifa tahu bahwa Dion sebenarnya anak yang baik meski memang terlihat urakan. Tapi tetap saj…
Aku Perawan Tua Berkualitas
Takdir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 105 Episodes
Comments
Sri Sari
lama nunggu baru nongol ka Ney.. ttp smangt 💪
2023-04-04
1
Ning Mar
masih berharap mereka berjodoh dehhh...msh berharap mereka bukan saudara sesusu
2023-04-04
0
Wury Ayra
akhirnya yg ditunggu2 up juga... sehat selalu nay....
bukan hanya ilham yg terkejut dgn kenyataan bahwa syifa dan ilham adalah saudara sepersusuan. aq bahkan ikut kecewa, krna sedari awal aq udah berharap kelak syifa dan ilham berjodoh. klo kenytaannya seperti itu, hrsnya umi, abi dan mama rosa jujur sama ilham dan syifa sedari kecil bahwa mereka itu mahram ga boleh menikah. sekarang mereka udah dewasa dan saling mencintai.tapi kenyataannya ga bisa menikah krn mereka saudara sepersusuan.... duh nyesek bgt nay 😭😭
2023-04-04
0