Deen melihat tangan Shana yang menarik kerah bajunya dan dia tetap merasa was-was sekaligus berjaga-jaga menjaga tubuh skretarisnya itu jangan sampai jatuh.
"Pak, sebenarnya saya punya banyak uang. Aku baru menerima warisan orangtua saya yang sudah meninggal. Sebenarnya aku kurang senang menerimanya. Tetapi, karena cuma saya satu-satunya ahli waris makanya mereka memberikannya samaku."
Mungkin itu efek dari mabuk sehingga Shana mampu menceritakan hal yang termasuk privasi kepada orang lain. Dia juga harus berjinjit melihat Deen karena laki-laki itu sangat tinggi.
"Dapat warisan...?"
"Iya. Mungkin bagi bapak warisan dari orang biasa jumlahnya sangat sedikit. Tapi bagi saya yang masyarakat jelata ini, warisan itu sangat berarti bagiku karena memberikanku keberanian untuk mengundurkan diri bekerja dari perusahaan bapak."
Shana semakin mempererat pegangannya membuat Deen serasa tercekek oleh kerah bajunya.
"Eeeh...."
"Pak, coba bapak jujur. Bapak tidak tahu nama saya, kan...?"
Deen sangat kaget dengan tindakan sekretarisnya itu. Sangat berbeda di saat dia dalam keadaan normal. Kalau mabuk seperti itu, semuanya jadi berubah seratus delapan puluh derajat. Unek-uneknya keluar semua.
Shana menjadi orang yang banyak bicara, terbuka dan bisa melakukan tindakan lancang seperti menarik kerah baju bosnya. Sungguh di luar dugaan. Pantas saja Nicholas mengatakan jika ingin membuat orang berkata jujur, ajak saja dia minum.
Dan terbukti. Sekarang sekretarisnya itu mabuk dan mengoceh layaknya mereka sudah sangat sedekat itu. Bahkan informasi yang pribadi saja Sahan ceritakan.
Dasar alkohol pembuat masalah. Kenapa dia minum sampai mabuk begitu. Kalau masih sedikit tidak apa-apa. Shana masih belum selesai dengan ocehannya. Dia masih melanjutkan unek-uneknya yang membuat Deen semakin tercengang kembali.
"Aku berpikir anda sombong, tuan. Selalu memanggil nona Sena terus, tidak pernah memanggil namaku dengan benar. Padahal aku sudah bekerja lima tahun bersama bapak" kata Shana dengan gaya…
Jatuh Cinta Dengan Secretaris
Shana, Aku Di Mana?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments