Hari berikutnya walaupun tujuan pergi ke Bali adalah untuk liburan, bagi Deen dia tidak bisa lepas dari urusan pekerjaan. Ada beberapa pekerjaan penting yang tidak bisa lepas dari pengawasannya.
Makanya, walaupun dia ikut pergi liburan tetapi di sela-sela liburannya itu dia masih menyisihkan waktu untuk memeriksa beberapa laporan yang harus dia selesaikan di waktu itu juga.
Di dalam kamarnya ada sebuah ruangan khusus yang bisa digunakan untuk ruang santai ataupun ruang kerja. Dan terpisah dari kamar tidurnya. Deen sedang duduk di dalam ruangan itu dengan laptop di hadapannya.
Memang sih dia terlihat sedang membaca file yang ada di layar laptopnya yang sudah terpampang jelas. Tetapi, siapa yang tahu ternyata pikirannya bukan memeriksa file yang sedang dia buka itu.
Pikirannya jauh kembali mengingat saat terakhir kalinya dia bertemu dengan Shana. Saat itu dia memang yang meminta kepada sekretarisnya itu untuk tetap menjalin pertemanan walaupun wanita itu sudah tidak bekerja di perusahaannya lagi.
Tapi jawaban yang dia dapatkan sangat diluar dugaannya. Dia malah mendapat balasan ciuman dari sekretarisnya itu yang membuat jantungnya berpacu cepat, dag dig dug ser-ser pusu-pusu ki (Aah, maaf. Author jadi ingat lagu Batak).
Dan yang membuat dia makin kaget adalah karena dirinya sendiri pun menginginkan hal itu dan membalas ciuman dari sekretarisnya waktu itu.
Lamunannya akhirnya harus terputus karena adanya gangguan dari seseorang yang mengetuk pintu ruangannya di mana dia sedang bekerja. Siapa lagi bukan Nicholas. Dia sudah membuka pintu ruangan itu dan bersender di tembok.
Nicholas melipat kedua lengannya di depan dadanya sambil menatap Deen dengan tatapan menilai. Dia berdiri sambil menyilangkan kakinya juga. membuat dia semakin terlihat santai memandangi Deen yang terlihat bengong dari semenjak dia datang.
“Pantas saja dia tidak mendengar aku masuk, bahkan setalah beberapa kali aku mengetok pintu ruangannya ini baru dia dengar. Ternyata dia sedang melamun” batin Nich…
Jatuh Cinta Dengan Secretaris
Mengharapkan Hal yang Sama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments