Alice mendapatkan no ponsel Marcelino dari Brian. Gadis itu tersenyum senang bisa melancarkan aksinya lagi atas bantuan Brian, tentunya.
"Terima kasih, Brian. Kau memang yang terbaik. Aku sayang padamu." ucapnya tulus lalu mengecup pipi kiri Brian membuat pemuda itu berdiam diri mematung atas serangan dadakan yang membuatnya berdebar-debar.
Gadis cantik berkulit putih bersih itu tersenyum smirk memperhatikan ponselnya mengetikkan sesuatu pada no yang sedang ia hubungi.
Alice : "Tuan, kau ingin tahu siapa orang yang sudah menusuk mu? Saya tahu orangnya, Tuan. Tapi, kalau kau ingin tahu jangan ada orang yang tahu dulu selain kau dan aku. Dia mengancam ku, Tuan. "
Pesan itu pun terkirim pada pemilik no. Tinggal Alice menunggu balasan dari orangnya. Dua juga yakin jika saat ini Marcelino sudah di tangani oleh tim dokter. Alice tersenyum memainkan ponselnya.
"Rencana kedua, kau harus mati hari ini juga." gumamnya dalam hati.
******
"Bagaimana keadaan Marcelino? Apakah lukanya dalam? Kenapa tusukkan itu membuat Marcelino lemas?" cerca Cleo penasaran atas hasil pemeriksaan medis. Dia sampai bertanya banyak kepada dokternya.
"Benar, Dok. Bagaimana hasilnya?" kali ini Amanda yang bersuara. Dia begitu khawatir mengetahui Daddy nya terluka oleh orang tidak di kenal.
Sehingga Amanda dan yang lainnya berbondong-bondong pergi ke rumah sakit untuk mengetahui lebih lanjut mengenai luka tusuk di perutnya Marcelino.
"Lukanya memang cukup dalam. Kami sudah melakukan tindakan terbaik untuk membuat luka tersebut agar cepat kering. Dan tidak ada apa-apa yang diterima oleh reaksi tubuh Tuan Marcelino. Mungkin tubuhnya mendadak lemas dikarenakan darah yang mengalir deras sehingga membuatnya hampir kehilangan seperempat darah dan itu sering membuat kepala pusing tentunya lemas juga." Tutur sang dokter menjelaskan mengenai pemeriksaan tentang hasil laboratorium dan hasil dari berbagai alat yang digunakan untuk memeriksa lebih lanjut keadaan Marcelino.
"Benarkah begitu dokter? Tapi kenapa tub…
Alice ( Aku Kembali )
Pesan Menuju Kematian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Ogeb,pisau itu beracun,Good job Alice sampai dokter juga gak mampu menditeksi obat yg di pisau itu..
2024-01-17
0
Qaisaa Nazarudin
Oh daddynya Amanda,Bagus deh,satunya pembunuh satunya lagi tukang bully,vocok deh,Tapi sekarang mereka salah cari lawan..
2024-01-17
0