"Mas David, tunggu jangan tinggalin Sindi Mas!" teriak Sindi.
"Sindi, kamu sudah kelewatan. Lina itu adik dari sahabatku. Ucapan kamu barusan bisa menganggu mentalnya. Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padanya? Pikirkan itu!" kemudian David keluar menyusul Lina.
Di luar apartemen Lina sedang menghentikan taksi sambil terus terisak, namun satu pun belum ada yang lewat.
"Lina!" David menarik tangan Lina dan menggenggamnya.
"Selesaikan urusanmu dengan si manja itu, aku nggak kuat jika terus begini Mas!" Lina memalingkan muka.
"Tenangkan dirimu!"
"Kamu dengar kan tadi dia menyebutku apa, PELAKOR dan itu satu kata yang sangat merendahkan harga diriku. Dia pikir siapa dia? Hanya karena terlahir dari keluarga konglomerat dia bisa seenaknya padaku. Andai aku bisa membalikkan fakta sudah aku sobek mulutnya yang pedas itu agar tak bisa bicara seenaknya saja."
"Lina sudah, jangan banyak bicara, kendalikan emosimu!"
"Disaat seperti ini kamu masih membelanya, dimana rasa simpatimu padaku Mas?"
"Lina, dengar kan aku! Jika aku berpisah dengan Sindi itu tidak mungkin untuk waktu yang sekarang, kamu tahu perusahaan kita sedang berada pada tahap berkembang dan perlu banyak dukungan dari banyak pihak, terutama pak Adam."
Lina mengusap pipinya, "Jadi ..."
"Bertahanlah, jika waktu sudah tepat aku akan meninggalkan dia dan segera menikahi kamu."
Belum selesai bicara ponselnya berdering. David segera mengambil ponselnya yang ternyata itu dari Sony.
"Tuan, meeting dengan mister Zu sebentar lagi, Anda di mana?"
Mengingat betapa berpengaruh nya kekuatan mister Zu di dunia bisnis, David harus menunda masalahnya dan mendahulukan urusan pekerjaan.
"Lina, aku akan menghubungi kamu nanti. Sekarang aku harus pergi dulu." David melepas tangannya dan segera pergi.
Sementara Lina sudah mendapatkan taksi.
"Kemana Mbak?" tanya sopir taksi.
"Ke kampus Nusantara, Pak."
Mobil kuning itu segera melaju.
Di lain sisi, Sindi yang sedari tadi menangis kini air matanya seolah mengering. I…
Benang Merah Kehidupan Sindi
Aku Tidak Boleh Lemah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 26 Episodes
Comments
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
David Sindi jauh lebih baik dr Lina si Jalang
Kau akan menyesali
Mending Sindi ama Sony aja mah
Perjuangan Ucup mampir
2022-10-24
0
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Dasar Lina gk sadar diri Emang Pelakor atau mau di sebut Jalang
2022-10-24
0