"Suruh dia pulang!" suruh Fatia lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
...🍃🍃🍃...
Sumbawa sesekali melirik Praja dari pantulan cermin yang memperlihatkan Praja yang kini terdiam sambil mengigit ujung jari tangannya. Sumbawa hapal betul dengan kepribadian Praja, jika seperti ini maka Praja sedang memikirkan sesuatu.
Kini Sumbawa juga merasa tidak enak pada Praja karena telah menjodohkannya kepada gadis yang ia tak kenal dan bahkan tanpa Sumbawa duga ternyata gadis itu masih berusia 17 tahun dan sifatnya masih seperti anak kecil yang masih ingin bermain dengan teman-temannya, tetapi yang lebih parahnya gadis itu bermain dengan anak-anak kecil berusia 10 tahun ke bawah.
Apa itu patut dikatakan normal? Dia masih ingin bermain lalu bagaimana jika nantinya dia menikah dengan Praja.
Sumbawa menghela nafas panjang rasanya kepala ini terasa pening setelah memikirkan semuanya. Jika saja ini semua bukan karena membalas perbuatannya dulu yang telah menabrak mobil Ayah gadis itu mungkin perjodohan tidak pernah akan ada di dunia ini.
Tak berselang lama mobil yang mereka tumpangi kini berhenti tepat di depan rumah berlantai tiga yang begitu sangat besar dan megah, rumah kediaman Praja.
Para pelayan yang melihat kedatangan mobil Tuannya itu segera berlari dan berjejer rapi untuk menyambut kedatangan Praja. Para pelayan itu kini saling bertatapan seakan mempertanyakan mengapa mobil Tuannya itu bisa kotor seperti itu.
Praja melangkah turun dari mobil setelah dibuka oleh salah satu pelayan laki-laki yang berseragam hitam dengan tanda pengenal yang tergantung di bagian dadanya. Yah, dia adalah salah satu pelayan yang bertugas untuk membuka pintu mobil Praja, namanya Sabir.
Sabir memberi hormat saat Praja melintas di hadapannya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Yah, Sabir dan pelayan lainnya tak heran dengan ekspresi wajah Praja, pria dingin dan tegas itu sepertinya tak punya perasaan bahkan para pelayan tak pernah melihat Tuannya itu tertawa atau bahkan tersenyum.
Menurutnya, Tuan Praja…
Praja
8. Seperti Penyihir?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments