Setelah berhasil menyelesaikan masalah penculikan Putri dan Bulan, Bara dan yang lainnya memutuskan untuk pulang, tapi Bara yang tidak fokus menyetir karena masih kepikiran dengan kembalinya kekuatan yang dulu pernah ia miliki, tidak sengaja menabrak seorang perempuan yang tengah menyebrang jalan.
Ckiiiiit
Bara mengerem mobilnya secara mendadak sehingga terdengar suara ban yang bergesekan dengan aspal.
Semua penumpang yang berada di belakang sampai menabrak jok mobil di depan mereka, begitu juga dengan kepala Sukma dan Bara yang hampir saja terbentur dashboard mobil, beruntung keduanya menggunakan sabuk pengaman.
"Astagfirullah, Ayah kenapa mengerem secara mendadak?" tanya Sukma.
"Maaf Bunda, tadi sepertinya Ayah menabrak seorang perempuan yang sedang menyebrang," jawab Bara dengan menetralkan debaran jantungnya karena masih merasa terkejut.
"Tapi dari tadi Bunda tidak melihat ada orang yang menyebrang kok," ujar Sukma yang merasa heran, begitu juga dengan Alexa yang duduk di jok tengah.
"Iya Yah, Lexa juga tidak melihat apa-apa. Apa Mas Sandi melihat sesuatu?" tanya Alexa pada Sandi yang duduk di sebelahnya, sedangkan Putri, Bulan dan Pangeran Sabda Alam duduk di jok paling belakang.
"Maaf, tadi Papa ketiduran Ma," jawab Sandi dengan nyengir kuda.
"Hadeuh, kamu enak-enakan tiduran, Mertua disuruh jadi Supir," gerutu Bara.
Bara turun dari mobil untuk mengecek apakah dirinya menabrak seseorang atau tidak.
"Perasaan tadi aku menabrak seorang perempuan yang sedang menyebrang jalan? Tapi kenapa tidak ada siapa pun di sini? Bahkan tidak ada bekas darah atau yang lainnya," gumam Bara yang merasa bingung.
Sukma yang melihat Bara kebingungan, menyusul turun dari mobil, begitu juga dengan yang lainnya.
"Ayah kenapa terlihat bingung seperti itu?" tanya Sukma.
"Ternyata Ayah tidak menabrak orang, padahal Ayah sangat yakin jika tadi ada perempuan yang tertabrak oleh Ayah saat menyebrang jalan," jawab Bara yang melihat dengan jelas jika dirinya telah menabrak seseorang.
"Mungkin itu hanya halusinasi Ayah saja, buktinya kami tidak melihat apa pun. Kalau tadi Ayah nabrak seseorang, pasti akan ada bekas darah, tapi tidak ada bekas apa pun di sini," ujar Sandi kemudian melihat ke sekeliling mobil mencoba memastikan.
"Sudahlah, mungkin Ayah kecapean. Sebaiknya biar Sandi saja yang menyetir," ujar Sukma dengan menggandeng Bara untuk masuk ke dalam mobil.
Ketika semuanya hendak masuk ke dalam mobil, Bara dan yang lainnya terkejut karena tiba-tiba terdengar su…
Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 151 ( Arwah gentayangan )
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 241 Episodes
Comments
Tukang Ngehalu
semangat terus Thor 💪💪
2023-12-06
1
Tukang Ngehalu
nah lho s Sandi ngeborong, 😂😂
2023-12-06
1
Mamah Kekey
lanjut kk tambah seruu
2023-12-05
2