"Fierce, kamu tahu, katanya adik Tuan Aneeq juga bekerja di sini," ucap Gilang, saat ini mereka sedang makan siang di kantin perusahaan.
Mendengar itu Fierce menghentikan kunyahannya sejenak, lalu mengangkat wajah hingga dia bisa melihat Gilang yang makan dengan lahap. "Memangnya kenapa?" Pemuda itu balik bertanya.
"Tidak apa-apa sih, tapi menurut kabar yang beredar, dia hanya bekerja sebagai karyawan biasa. Hebat ya, walaupun anak orang kaya tapi dia tetap menerima pekerjaan itu. Aku baru tahu karena tadi orang-orang membicarakannya," jawab Gilang dengan mimik wajah serius, membuat Fierce tak bisa untuk menyembunyikan senyumnya.
Mungkin karena Gilang adalah tipe orang yang cuek, makanya pemuda itu tidak bertanya siapa orang yang sedang mereka bicarakan.
Dan Fierce juga tidak berniat untuk memberitahu pemuda itu, bahwa orang itu adalah dia.
"Menurutku biasa saja. Bukankah kalau orang yang belum bisa bekerja harus memulai dari bawah? Aku yakin, Tuan Aneeq juga begitu, dia tidak semata-mata naik jabatan karena menjadi anak pemilik perusahaan," jawab Fierce, secara tidak langsung dia mendeskripsikan bagaimana keadaan keluarganya.
Karena sang ayah memang tidak pernah memberikan sesuatu, sebelum kita sendiri yang meraihnya. Mereka tetap belajar dan meniti karir dari bawah, sementara sang ayah hanya menjembatani hingga mereka mencapai puncak keberhasilan.
"Jawabanmu selalu membuatku tak bisa berkata-kata, Fierce. Sudahlah lupakan ... toh dia dan kita sama. Sama-sama makan nasi dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan," pungkas Gilang akhirnya.
Sementara Fierce hanya terkekeh sebagai jawaban. Andai Gilang tahu, mungkin pemuda itu akan sangat terkejut, karena sosok yang selama ini dia anggap teman, ternyata salah satu pewaris perusahaan tempat dia bekerja.
***
Sore hari.
Sepulang dari kampus, Yuna menyempatkan diri untuk belanja bahan makanan, karena dia akan memasak makan malam untuk dia dan suaminya. Semenjak trimester pertama berakhir, dia tak lagi mer…
Menikahi Wanita Ternoda
Bab 24. Kedatangan Sintia
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments
Rita
anak kandung mu bu yg gitu amnesia
2025-03-19
0
Rita
wajar gpp yuna itu bkn kewajiban mu
2025-03-19
0
uhuuyyyyyy
yeee wong edan sintia kuwi...
2025-05-23
0