"Abang?" panggil Raisa lagi pada sang kakak karena bukannya menyahuti perkataannya, kakaknya itu justru diam tak membalas.
"Eh, iya?" sahut Rian pada akhirnya. "Jadi, Rafi ke luar kota, ya?" tanya Rian basa basi. Padahal sebenarnya, dalam hatinya penuh tanda tanya dan kecurigaan.
"Iya, Bang. Seminggu lamanya," ungkap Raisa dengan nada yang rendah. Dapat Rian dengar, suara Raisa menunjukkan kesedihan.
"Ya udah gak apa-apa." Rian mencoba menenangkan sang adik. Dalam hatinya, ia sangat berharap agar Rian dan Alea bisa sadar, sehingga Raisa tak lagi menjadi korban dari hubungan tak halal antara Rafi dan Alea.
"Oh, iya, kamu mau apa tadi?" tanya Rian memastikan. Ia teringat adiknya tadi mengatakan bahwa dirinya ingin sesuatu. "Mangga?" tebak Rian sekenanya.
"Iya, Abang. Mangga muda," ucap Raisa. Sebenarnya ia tidak sering mengidam seperti ini. Bahkan hanya bisa dihitung jari.
Rian menghela napas karena merasa kecewa dengan kedua temannya. Meski kini yang ia ajak bicara adalah Raisa, tapi pikirannya jauh mengembara pada Rafi dan Alea. "Iya, nanti Abang belikan."
"Kok gitu, gak ikhlas, ya?" protes Raisa karena mendengar sang kakak menghela napas, seolah malas dimintai bantuan oleh Raisa.
"Eh, enggak." Rian langsung menjelaskan. "Abang lagi capek aja kelar kerja begini."
Rian memang baru selesai bekerja, ia bahkan masih ada di perjalanan pulang. Tapi, apa yang barusan ia ucapkan adalah bukan alasan yang sebenarnya.
"Oh, kirain. Ya udah aku tunggu ya, Bang. Jangan ngebut, aku sabar kok orangnya," pesan Raisa. Jika biasanya wanita hamil selalu minta cepat-cepat dituruti, berbeda dengan Raisa. Ia hanya ingin keinginannya dituruti, walau dalam waktu yang tidak cepat.
"Iya, Sa. Kamu yang sabar, ya," celetuk Rian karena menyadari nasih sang adik yang telah dikhianati tanpa sepengetahuannya.
"Sabar kenapa, Bang?" tanya Raisa penasaran. Apa yang dimaksud sabar oleh sang kakak?
"Eh, enggak. Maksudnya sabar dulu, ini mau aku belikan mangga." Rian memaparkan.
Setelah dir…
Menikahi Kekasih Gelap Sahabatku
Bab 10
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 64 Episodes
Comments