"Aku gak mau makan, Rian. Aku mau Rafi," rengek wanita itu seperti anak kecil yang meminta dibelikan permen.
Rian dari jarak jauh hanya bisa menghela napas. Terkadang, rasanya cukup lelah setiap waktu mengejar-ngejar wanita yang sama sekali tak menyukainya itu. Tapi, ia sangat yakin perjuangannya akan berujung bahagia sebentar lagi.
"Alea, ayolah. Kamu harus move on, Sayang. Kalau kamu seperti ini terus, yang ada hanya menyiksa diri kamu sendiri," jelas Rian dengan penuh kelembutan. Lagi-lagi ia harus menyingkirkan egonya untuk meluapkan amarah.
Amarah karena kecewa Alea tak pernah memilih dirinya. Pun amarah karena sakit hati karena Alea masih saja menginginkan sahabatnya sendiri.
"Kamu mana ngerti perasaan aku sih, Rian. Rasanya tuh susah banget buat sekedar gak ingat dia." Air mata Alea pun kembali tumpah. Sesekali ia membasuh pipinya yang sudah penuh air mata.
"Aku ngerti, Alea. Aku ngerti. That's why aku selalu ngejar-ngejar kamu. Sorry kalau semua yang aku lakukan buat kamu illfeel. Tapi, asal kamu tahu, aku saayangg banget sama kamu. Aku gak bisa kalau tanpa kamu, Alea," ungkap Rian panjang lebar, sama sekali tak ditanggapi oleh Alea.
Wanita itu justru sibuk dengan air matanya sendiri. Pikirannya semakin berkecamuk sekarang.
"Kamu sadar gak sih, Alea? Aku di sini selalu berharap bisa sama kamu. Setiap hari aku berharap seperti itu, asal kamu tahu. Aku juga gak berhenti berdoa agar kamu mau buka hati untuk aku."
Rian terus melanjutkan apa-apa yang mengganjal dalam hati dan pikirannya. Kali ini, ia tidak segan untuk mencurahkan semuanya kepada Alea.
"Sekarang aku mau tanya sama kamu, coba kamu pikir-pikir pertanyaan ini." Tadi, Rian sudah menitikkan air matanya satu kali. Kini, pria itu menitikkan air mata lagi sebelum akhirnya kembali melanjutkan ucapannya.
"Coba kamu bayangkan, kalau suatu saat tiba-tiba aku gak bisa kasih perhatian lagi sama kamu. Sedangkan Rafi sudah bahagia sama Raisa. Kira-kira kamu bakal gimana? Kamu senang kah kalau aku pergi d…
Menikahi Kekasih Gelap Sahabatku
Bab 38
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 64 Episodes
Comments