Raisa mengangguk menjawab pertanyaan yang sempat diajukan untuk dirinya. "Iya," ucapnya jujur. Lagipula, tidak ada untungnya berbohong karena perutnya yang buncit sudah mengatakan segalanya.
Petugas yang ada di sana pun menjelaskan bahwa wanita yang sedang mengandung tidak bisa mengajukan gugatan cerai. Setidaknya, ia harus menunggu hingga sang anak lahir.
Raisa hanya bisa termenung, sementara Rain, emosinya kian melunjak. Pria itu mengepalkan kedua tangannya seraya melangkah ke luar dari ruang pengadilan.
Tiba di mobil, Raisa hanya bisa memandang kosong jendela luar. Sementara Rian, ia memukul setir yang ada di depannya dengan cukup kencang.
"Tuh kan, aku bilang juga apa," lirih Raisa. Pandangannya masih kosong mengarah ke luar jendela. "Aku gak mau cerai, Abang." Kini ia mengarahkan pandangannya tepat pada kedua mata sang kakak.
Rian tak mampu mengucap sepatah kata pun. Ia lekas membawa mobil yang ditumpangi ke rumah Raisa. Awalnya, Rian menawari Raisa untuk sementara tinggal di rumah orang tua. Tapi, Raisa berdalih tidak mau karena tidak ingin orang tuanya tahu tentang masalah ini.
"Masalah sebesar ini kok kamu tutupi dari Mama, Sa, Sa," ucap Rian tak henti menggeleng-gelengkan kepala.
Ia menyadari bahwa sang adik itu terlalu baik. Saking baiknya, banyak orang memanfaatkan dirinya.
"B*d*h banget kamu," umpat Rian pada sang adik. Ia tidak bisa membendung kemarahannya akhir-akhir ini. Hingga akhirnya, kata-kata umpatan lah yang keluar dari bibirnya.
"Abang," lirih Raisa. "Mungkin aku memang seperti yang Abang katakan, tapi aku yakin ini yang terbaik. Masa iya nanti anak aku lahir tapi gak ada bapaknya," ungkap Raisa dengan hati yang sedikit lebih baik karena tidak bisa mengajukan gugatan cerai dengan Rafi.
Wanita itu masih tetap sabar. Ia berpikir bahwa suatu saat, Rafi bisa berubah kembali baik padanya dan sang calon bayi yang masih ada di dalam perut. "Siapa tahu mereka berdua bisa berubah, kan?" Ia mengarahkan pandangannya pada sang kakka tersayang.
R…
Menikahi Kekasih Gelap Sahabatku
Bab 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 64 Episodes
Comments