apologize

Memaafkan mu tidak mudah saat menjadi seperti ini

.

.

.

.

"Takemichi, maafkan kami. Aku mohon."

Mikey menundukkan kepalanya.

"Hah?"

Izana langsung mengernyit.

"Setelah semua yang kau lakukan padanya?"

Nada suaranya naik beberapa tingkat.

"Kau menghajarnya habis-habisan, mengusirnya dari Toman, lalu membuatnya berada dalam situasi berbahaya."

Izana menyilangkan tangan.

"Dan sekarang kau pikir semuanya bisa selesai hanya dengan meminta maaf?"

"Izana."

Mikey mulai kesal.

"Aku sudah datang dengan itikad baik untuk meminta maaf."

"Tapi kau malah melarangnya memaafkan kami."

"Hah? Melarang?"

Izana tertawa sinis.

"Aku hanya tidak mau melihat Michi dibohongi lagi."

Ia kemudian berbalik.

"Sudahlah. Pergi sana."

Tatapannya berubah dingin.

"Aku tidak ingin meladeni kalian."

"Ayo, Michi."

Izana langsung menggandeng tangan Takemichi dan membawanya masuk ke dalam markas.

Takemichi sempat menoleh sebentar sebelum akhirnya mengikuti langkah Izana.

Pintu markas pun tertutup.

Menyisakan rombongan Toman yang berdiri mematung di depan gerbang.

"Mikey..."

Draken menghela napas.

"Sepertinya mereka memang belum mau memaafkan kita."

"Yah, wajar saja."

"Bagaimanapun, kita memang sudah keterlaluan."

Mikey menatap pintu yang tertutup rapat itu beberapa saat.

Kemudian ia berbalik.

"Ayo pergi."

"Hm?"

"Kita pikirkan cara lain agar Takemichi mau memaafkan kita."

...⚪⚪⚪...

Sesampainya di markas Toman, mereka duduk di tangga Kuil Musashi.

Semua mulai memikirkan cara untuk memperbaiki hubungan dengan Takemichi.

"Kau yakin ini akan berhasil?"

Chifuyu terlihat tidak yakin.

"Kalau tetap tidak berhasil..."

Mikey menyandarkan dagunya pada tangan.

"...kita culik saja dia lalu kita ikat sampai dia mau memaafkan kita."

"..."

"..."

Semua orang langsung menatap Mikey.

"Mikey."

Draken mengusap wajahnya.

"Itu bukan cara meminta maaf."

"Haih..."

Ia menghela napas panjang.

"Coba cara normal dulu."

"Kalau gagal, baru kita pikirkan lagi."

Mikey mengangguk seolah itu ide yang masuk akal.

Tak lama kemudian mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

...⚪⚪⚪...

Sementara itu...

Di markas Tenjiku.

"Ne, Izana."

Takemichi menunduk sambil memainkan ujung rambutnya.

"Menurutmu... aku harus memaafkan mereka?"

Izana meliriknya sekilas.

"Terserah padamu."

"Hm?"

"Kalau hatimu masih belum bisa menerima semua yang terjadi, jangan dipaksa."

Izana menyandarkan tubuhnya ke sofa.

"Tidak semua luka harus langsung sembuh hari itu juga."

Takemichi terdiam.

Kemudian matanya memperhatikan rambut mereka berdua.

"Izana."

"Apa lagi?"

"Menurutmu rambut kita bakal terus panjang?"

Izana mengangkat alis.

"Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?"

"Soalnya rasanya baru kemarin."

Takemichi memegang ujung rambutnya yang kini sudah mencapai bahu.

"Sekarang sudah sepanjang ini."

Izana ikut memperhatikan rambutnya sendiri.

"Ya."

"Aku juga merasa begitu."

Kemudian ia tersenyum kecil.

"Tapi..."

"Hm?"

"Apa kau tidak merasa aneh?"

Takemichi memiringkan kepala.

"Aneh bagaimana?"

"Kita sebenarnya laki-laki."

Izana menunjuk dirinya sendiri lalu Takemichi.

"Tapi sekarang berubah menjadi perempuan."

Takemichi berpikir beberapa saat.

"Lumayan aneh sih."

"Kan?"

"Tapi..."

Takemichi tersenyum.

"Aku senang tidak sendirian."

Izana terdiam.

Kemudian ia menghela napas kecil.

Dasar Takemichi.

"Ngomong-ngomong."

Izana berdiri.

"Aku haus."

"Mau minum?"

Mata Takemichi langsung berbinar.

"Aku mau!"

"Lalu?"

"Aku mau bir!"

"..."

Izana menatapnya datar.

"Jangan."

"Eh?"

"Aku mau minum soda."

"Yaaaaah..."

Takemichi langsung lesu.

"Kalau begitu aku ikut yang kau minum saja."

"Bagus."

Izana tersenyum tipis.

"Ayo ke mesin minuman."

...⚪⚪⚪...

Klik.

Suara koin masuk ke mesin minuman terdengar pelan.

Izana mulai memilih minuman.

Cklak.

Dua kaleng Sprite jatuh ke bawah.

Izana mengambil keduanya lalu memberikan satu kepada Takemichi.

"Nih."

"Wah, makasih!"

Takemichi menerimanya dengan senyum cerah.

Klik.

Cessss...

Baru saja mereka membuka kaleng masing-masing—

Grep!

"Hah?"

Kaleng minuman mereka tiba-tiba menghilang.

"Siapa yang memberi kalian izin minum soda?"

Suara itu terdengar sangat familiar.

Izana langsung membeku.

"Kau..."

Urat di dahinya langsung muncul.

"Kembalikan minumanku!"

"Perempuan seharusnya minum yang sehat."

Draken mengangkat kedua kaleng itu tinggi-tinggi.

"Benar, kan Mikey?"

Mikey yang berdiri di belakangnya langsung mengangguk santai.

"Benar sekali."

"Draken-kun!"

Takemichi langsung kesal.

"Itu minumanku!"

"Ambil kalau bisa."

Draken tersenyum jahil.

Kedua wanita jadi jadian itu langsung naik pitam.

Namun di mata Mikey dan Draken, mereka justru terlihat seperti dua kucing yang sedang marah pada pemiliknya.

"Kau!"

Izana menunjuk Draken.

"Aku akan memukul wajahmu yang menyebalkan itu!"

"Aaaa, aku takut sekali."

Mikey pura-pura gemetar.

"Nee-chan, jangan pukul aku."

"Aku masih perjaka, lho."

💢

"AARRRGH!!"

Izana langsung meledak.

"SIALAN KAU, MIKEY!"

"Aku akan membuatmu memohon ampun!"

...⚪⚪⚪...

Di sisi lain...

Takemichi dan Draken entah bagaimana sudah duduk di bangku taman.

Mereka bahkan memegang popcorn.

Tak ada yang tahu dari mana popcorn itu berasal.

Sementara di depan mereka...

Izana dan Mikey sedang berkejar-kejaran seperti kucing dan tikus.

"Sampai kapan mereka akan seperti itu?"

Takemichi menatap keduanya dengan pasrah.

"Entahlah."

Draken menyerahkan sekotak susu stroberi.

"Minumlah ini."

Takemichi berkedip.

"Lho?"

"Mana Sprite-ku?"

"Sudah habis."

"..."

Takemichi langsung menatap Draken tidak percaya.

"Kau meminumnya?"

"Ya."

"Ck."

Takemichi langsung mendecak kesal.

...⚪⚪⚪...

"ITAI! ITAI! ITAI!"

Teriakan Mikey menggema.

"IZANA! SAKIT!"

Mikey saat ini sudah babak belur.

Bajunya kusut.

Rambutnya berantakan.

Bahkan ada debu menempel di mana-mana.

Sementara Izana masih terlihat segar.

BUGH!

BUGH!

"Aduh..."

Draken ikut meringis setiap kali melihat pukulan itu mendarat.

BUGH!

Dan tendangan terakhir berhasil membuat Mikey terkapar dramatis di tanah.

"Ah..."

Draken menutup wajahnya.

"Itu pasti sakit."

"KENCHIN TOLOOOOOONG!!"

Mikey mengulurkan tangan seperti tokoh utama yang hampir tenggelam.

Namun Draken hanya memakan popcorn.

...⚪⚪⚪...

"Izana, kau keren!"

Takemichi langsung memberikan dua jempol.

Mata Takemichi bahkan berbinar penuh kekaguman.

"Hmph."

Izana mengangkat dagu dengan bangga.

"Tentu saja."

Hidungnya bahkan seolah memanjang karena terlalu sombong.

Kemudian ia menunjuk Mikey yang terkapar di tanah.

"Lihat baik-baik."

"Kalau kalian ikut campur urusan kami lagi..."

"Aku akan membuat kalian bernasib sama seperti dia."

Draken hanya bisa meringis sambil menggaruk tengkuknya.

Jujur saja, situasi ini cukup rumit.

Mikey terkenal tidak suka memukul perempuan.

Masalahnya...

Izana sekarang memang terlihat seperti perempuan.

Jadi apa yang harus dilakukan Mikey?

Terlebih lagi, jauh di dalam pikirannya, Mikey masih menganggap Izana sebagai kakaknya seperti yang pernah diceritakan Shinichiro.

"Ayo pergi, Michi."

Izana menggandeng tangan Takemichi.

"Baik."

Takemichi langsung mengikutinya.

Keduanya berjalan menjauh.

Sementara Mikey dan Draken hanya bisa memandangi punggung mereka.

"Ne, Kenchin."

Mikey yang masih digendong akhirnya membuka suara.

"Hm?"

"Kalau Izana saja segalak itu..."

Mikey menyeringai kecil.

"...mungkin kita harus memakai rencana kedua."

Draken langsung punya firasat buruk.

"Ya terserah."

"Aku cuma ikut saja."

Ia menggeser posisi Mikey di punggungnya.

"Aku mau pulang."

Mikey mengeluh.

"Punggungku sakit."

"Ya, ya."

Draken menghela napas.

"Kita pulang sekarang."

Mereka pun berjalan meninggalkan taman.

Sementara di kepala Draken hanya ada satu pertanyaan.

Kenapa setiap rencana Mikey selalu berakhir menjadi masalah yang lebih berat.

.

.

.

.

...-TO BE CONTINUED-...

gimana bagus nggak ceritanya? kalo bagus jangan cuma dibaca di like dong hehe dan jangan lupa komen dan vote ya buat dukung author yang pemalas ini biar semangat. kalo mau krezy up tinggal komen aja atau nanti chat langsung, biar ku usahakan.

Terpopuler

Comments

REN & HARUKA

REN & HARUKA

baguss thorrr🤩

2026-06-06

1

Kirana yola adiba

Kirana yola adiba

lanjut kak
izana galak sekali mudah mudahan takemichi dan izana maafin toman dan mikey amin

2023-04-06

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!