"Semoga kamu betah ya suadara kembarku. Aku harap kamu bisa membuat hati Umi dan Abah bahagia meskipun telah kehilangan aku."
Aisyah tampak menyeka air matanya, sambil mengucapkan beberapa kalimat untuk Dealova. Ia masih berada di ruangan yang sama dengan saudara kembarnya itu.
"Aku sungguh merasa bahagia saat ini. Meskipun tidak bisa hidup bersama, setidaknya aku telah menyelesaikan tugasku untuk membawamu kembali agar bisa membuat senyuman Umi dan Abah kembali muncul setelah ini."
Meski terlihat tegar, tetapi sebenarnya ia juga lemah. Beberapa kali ia mengusap kedua matanya agar tidak terlihat sedih, tetapi hasilnya sama saja.
"Maafkan aku karena telah membebanimu dengan menjadi diriku dan tinggal di sini. Namun, aku tidak pernah berniat sedikitpun untuk melukaimu. Justru aku bahagia karena kamu akhirnya bisa bertemu dengan kedua orang tuamu, orang tua kita berdua."
Semakin lama berada di sana, hatinya semakin sesak.
"Setidaknya kamu bisa berbakti kepada mereka, sebelum mereka nanti menghadap pada Illahi Rabbi seperti diriku saat ini."
Setelah sekian lama menahan rasa haru, akhirnya hati nurani Aisyah tidak bisa berbohong. Ia merutuki sikapnya yang tergesa-gesa mengambil keputusan hingga berujung kematian.
Sebenarnya Aisyah belum siap, dan saat ini ia justru sudah hidup berbeda alam dengan Dealova. Komunikasinya juga sudah terputus dengan Umi dan Abah. Jalan satu-satunya untuk berbicara dan mengungkapkan isi hatinya yaitu melewati Dealova.
Air mata Aisyah menetes dengan derasnya. Tubuhnya berguncang hebat. Sementara itu Dealova seolah mendengar suara tangisan yang ia sendiri tidak mengetahui sumber suaranya.
Malam itu Aisyah sengaja tidak menampakan dirinya di depan Dealova. Ia ingin melihat apakah saudara kembarnya itu sudah betah atau masih ragu untuk meneruskan langkahnya.
"Bagaimana ini? Kenapa tidak ada yang datang kemari?" ucapnya risau.
Dealova masih belum tidur, meski sejak tadi menutup dirinya dengan selimut tebal. Hingga akhirnya beberapa saat kemudian…
DEALOVA (Bukan Bidadari)
Bab 22. BANGGA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments