"Apakah lelaki menyebalkan itu akan datang kemari?" tanya Dealova sambil mengingat Noe.
Lelaki tampan berkulit putih itu sungguh sangat menyebalkan karena selalu menghantui hari-hari Dealova. Awalnya, ia hanya dianggap sebagai laki-laki tampan dan pendiam. Akan tetapi, pemikiran Dealova salah. Ia justru dihadapkan dengan seorang laki-laki yang selalu mencampuri kehidupannya.
"Argghhh!" Dealova kesal dan menggigit ujung kuku-kuku tangannya.
Sesekali mulutnya masih terlihat mengomel dan mengerutu. Mungkin hal ini akan menjadi kebiasaan barunya ketika hidup di pondok pesantren.
"Sepertinya jalan-jalan di luar terasa menyenangkan. Hm, coba dulu ah. Siapa tau jadi lupa sama lelaki menyebalkan itu!"
Setelah merasa lebih baik, kini Dealova membetulkan hijabnya dan keluar dari kamar. Ia memperhatikan pondok pesantren milik Abah Muslih dengan seksama.
Dealova tampak bingung dengan keadaannya saat ini. Entah mengapa, ketika semua orang meragukan statusnya, ia justru merasa tidak pantas tinggal di pondok pesantren Al Hikmah.
"Pantasnya aku pergi meninggalkan pondok pesantren sekarang, atau menunggu hasil tesnya keluar?" pikiran Dealova benar-benar kalut saat ini. Ditambah lagi, ia merasa seperti orang asing. Santriwati yang semula mengajak ia bermain sekarang menjauh dari Dealova. Begitu pula dengan Amira yang seolah tidak mau berdekatan lagi dengannya karena telah mengetahui siapa dia sebenarnya. Mengapa semuanya terjadi seperti ini?
Pakaian Dealova tetap menggunakan pakaian syar'i, tetapi Umi juga tidak mengunjunginya lagi. Kondisi saat itu benar-benar membuat Dealova seperti orang yang dikucilkan.
"Kalau kondisinya seperti ini, aku benar-benar sudah tidak tahan," gumam Dealova.
Dalam waktu dekat, hasil tes DNA akan keluar. Tidak hanya ia, Umi dan Abah juga berharap dan cemas. Mereka tidak ingin membuat Dealova tertekan.
"Bagaimana ketika hasil tesnya sudah keluar? Apakah mereka akan tetap menerima aku?" pertanyaan dalam hati Dealova semakin besar dan membuatnya tersiksa.
Se…
DEALOVA (Bukan Bidadari)
Bab 23. SEHARUSNYA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 40 Episodes
Comments