" Hey, mau sampai kapan kamu berada di sini?" tanya Mayuri kesal.
" Apa? Aku hanya ingin melihatmu dari dekat saja." jawab Zen.
" Hih! Sungguh menggelikan!" sahut Mayuri sambil menyusun barang-barang pribadinya.
Hari dimana Mayuri akan berangkat menuju kediaman Primos sudah dekat. Hari ini Mayuri memutuskan untuk menyusun barang pribadinya yang akan di bawa ke kediaman Primos.
" Kamu tahu, Mayuri. Kamu tidak perlu membawa begitu banyak barang. Kita bisa membeli yang baru begitu tiba di sana." sahut Zen.
Mayuri menatap Zen dengan jengkel.
" Pakaianku masih bagus dan layak di pakai, kenapa aku harus membeli yang baru? Bukankah itu di namakan dengan pemborosan?" tanya Mayuri.
Zen pun tertawa kecil.
" Kenapa tertawa? Apa yang lucu?" tanya Mayuri kesal.
Zen pun dengan pelan berjalan mendekati Mayuri.
" A.. Apa? Kenapa kamu berjalan mendekat ke arahku? Harusnya kamu berjalan ke arah pintu..!!" sahut Mayuri sambil berjalan mundur menjauhi Zen.
Semakin Zen berjalan mendekat, Mayuri semakin berjalan mundur menjauhi Zen. Mayuri menyadari bahwa Zen sedang memikirkan sesuatu yang berbahaya. Celakanya, saat ini badan Mayuri telah menempel ke dinding. Jalannya sudah terputus.
" Be.. Berhenti! Jangan mendekat! Apa pun yang sedang kamu pikirkan itu..! Pokoknya jangan mendekat..!!" sahut Mayuri.
Saat ini Zen sudah berada tepat di hadapan Mayuri. Perlahan Zen mendekatkan wajahnya ke wajah Mayuri. Mata Mayuri menatap lurus ke arah Zen. Kini wajah kedua insan itu hanya berjarak beberapa centi.
Mayuri kemudian menutup rapat mata dan bibirnya. Tangannya mengepal dengan erat.
CUP!
Mayuri merasakan sesuatu di keningnya. Dengan perlahan dia membuka matanya. Dan kemudian dia memegang keningnya itu.
" A.. Apa yang barusan.."
Belum selesai Mayuri menyelesaikan kalimatnya, bibir Zen telah menyatu dengan bibir Mayuri. Dengan lembut Zen mencium Mayuri.
Mayuri berusaha untuk melepaskan diri dari ciuman Zen. Tetapi tenaganya kalah dari Zen dan akhirnya dia menyerah.
Lidah Zen pun bermain dengan lem…
Let Me Enjoy My New Life As A Duchess
Bab 19 Persiapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 28 Episodes
Comments