...--AUTHOR POV--...
Emira menatap ke arah Kaisar yang tenggelam dalam pikirannya sendiri dengan tatapan yang merasa bingung. Sebelumnya, tidak pernah sekalipun Kaisar bersikap mendiaminya seperti ini ketika ia berada di dekat Kaisar sama seperti sekarang.
"Sudah Emira, sebaiknya kamu kembali ke kamar dan tidurlah. Ini sudah malam" Kata Kayla.
Sebelum pergi, Kayla membungkukkan tubuhnya dengan hormat lalu pergi dari ruang kerja Kaisar menuju ke ruangan milik mereka.
Di tengah perjalanannya ke ruangan mereka, Emira membuka suaranya.
"Apa yang Papa pikirkan, Ibu?" Tanya Emira pada Ibunya.
Kayla hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Putrinya. Namun genggaman tangannya pada Putrinya itu semakin erat.
Kayla sungguh tahu apa yang ada di pikiran Kaisar Horus saat ini.
Viviane Camellia Eilidh.
Seiring berjalannya waktu, Vivi tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan kecantikannya sama persis dengan wanita yang Kayla Sang benci itu, Permaisuri Ivona Lareina Eilidh.
Dengan penuh amarah, Kayla menggigit bibir bawahnya hingga berdarah, 'Padahal masih dua belas tahun... Tapi kenapa anak sialan itu sudah menarik perhatian Yang Mulia?! Kenapa anak sialan itu memiliki wajah yang sama dengan persis dengan wanita sialan itu?!'
Emira menatap sang Ibu dengan tatapan datar. Tangannya masih terasa sangat sakit sekarang karena Ibunya tanpa sadar telah menggenggam tangannya dengan terlalu kuat.
'Ibu.... Sedang marah... Pasti ada kaitannya ! wanita bernama Ivona dan Viviane brengsek itu' pikir Emira.
Sementara itu, di istana Permaisuri, Ivona tidak bisa tidur. Perasaan khawatir dan ketakutan menguasainya sekarang. sejak lima hari yang lalu, ia sudah tidak bisa tidur dengan tenang. Pikirannya tertuju pada Putri bungsunya, Vivi.
Vivi masih sangatlah muda.Ia di besarkan olehnya dengan penuh kasih, 8a tidak ingin Putrinya itu mengetahui betapa kejamnya dunia ini sampai-sampai ia melindungi Vivi dari semua kenyataan kejam yang terjadi di istana tempat Vivi tumbuh.
Namun kini Vivi sudah mulai b…
THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON
BAB 53-KEPUTUSAN PERMAISURI
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments