--Author Pov--
Hari sudah senja, Vivi dan Blaze kini berjalan beriringan, mereka baru saja dari Istana Putra Mahkota dan Blaze mengantarkan Vivi ke Istana miliknya.
Saat mereka berjalan di taman istana Putri, tiba-tiba Vivi berhenti berjalan.
"Emm? Ada apa Vivi?" Tanya Blaze yang ikut berhenti berjalan sambil membalikkan badannya ke arah Vivi.
Suasana di taman bunga itu tampak begitu sepi dan hanya mereka berdua lah yang ada di sini.
Vivi menundukkan kepalanya, kedua tangannya saling menggenggam ke depan. Perlahan gadis berusia tiga belas tahun itu mengangkat wajahnya, terlihat mata biru bak lautan itu berkaca-kaca.
"Anda… Mengingat semuanya bukan… Pangeran Blaze…? Lirih Vivi dengan suara yang bergemetar.
Blaze membeku seketika, matanya terbelalak lebar karena rasa terkejut miliknya itu. Vivi… Nada bicara Vivi sama seperti saat-saat itu. Begitu sopan seolah mereka bukanlah kakak dan adik yang akrab lagi. Dan panggilan itu… Adalah panggilan Vivi padanya ketika mereka semua sudah berubah….
Blaze mengepalkan tangannya, Vivi sudah tahu… Vivi… Akan membencinya kembali ya
Bayangan dirinya yang menyiksa adik perempuannya ini dengan tangannya sendiri… Bayangan ketika ia melemparkan obor dan membakar Vivi dengan api yang begitu membara…
Ia mengingat kembali sumpah Vivi saat gadis itu berada di tengah kobaran api yang membara itu, Vivi akan membencinya…
"….."
Vivi menggigit bibir bawahnya dan kembali menundukkan kepalanya dalam-dalam, rasa takut mulai menguasai dirinya ketika ia mengingat perlakuan Blaze sebelum ia mati dan kembali ke masa lalu. Tapi ini bukan saatnya untuk takut, Vivi lalu memberanikan diri melihat kembali ke arah Blaze.
Seketika Hatinya mencelos ketika melihat ekspresi Blaze yang terlihat begitu kosong. Matanya terlihat hampa namun tersirat begitu banyak kesedihan di mata kuning keemasan milik Blaze itu.
Blaze terlihat seperti seorang anak yang tersesat…
Reaksi yang di tunjukkan oleh Blaze ini langsung menjadi jawaban yang cukup untuk Vivi.…
THE DESTINY OF THE SUN AND THE MOON
Bab 70 - KENYATAAN YANG MENYAKITKAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 108 Episodes
Comments