Bagian 18. Sahabat Laki-laki dan Perempuan

Happy Reading!

"Ha-hari Minggu, pak? Bukannya ini hari Jum'at ya, pak?"

"Astaga, neng neng. Ini hari minggu atuh neng. Bukan hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu."

Lelaki paruh baya itu sampai menjabarkan setiap nama hari.

"Yang benar, pak?"

"Neng, neng. Ada-ada saja. Memangnya di rumah neng nggak punya kalender?"

"Ada, pak. Tapi lupa lihatnya. Hehe."

Niki merasa malu sekali. Untung saja hanya pak Komang yang melihatnya. Jadi rasa malunya tidak terlalu besar. Ia pun bisa menyembunyikannya dengan sangat baik. Sehingga pak Komang tak bisa membacanya.

"Ka-kalau gitu Niki pamit ya, pak. Trimakasih. Semoga harimu menyenangkan."

Buru-buru Niki meninggalkan pak Komang, setelah Niki menyalamnya.

...\=\=\=ooo0ooo\=\=\=...

"Kalian berdua kayak orang pacaran aja. Malah main kucing-kucingan. Awas ntar ada yang curiga. Soalnya kan mulut netizen kan maha tau segalanya. Maha pedas dan maha julid. Hati-hati jadi omongan."

"Ih, si mama maksudnya apa sih? Curiga gimana? Kita kan emang sahabatan. Sahabatan yang sedang salah paham. Bisa juga gitu mah. Beda kalau sahabatan sama cowok. Dari rasa sahabat, bisa jadi cinta."

"Lha, apa salah sahabatannya sama cowok?"

"Ya nggak salah si ma. Tapi, bila merasa nyaman dan timbul cinta bisa jadi persahabatan itu hancur. Apalagi cintanya bertepuk sebelah tangan."

Mama Lidia terdiam. Merasa tertohok dengan kalimat yang disampaikan Niki. Meski terkesan ceplos, tapi itu ada benarnya juga.

Mama Lidia jadi teringat kisah kasih semasa ia SMA sama seperti Niki sekarang ini. Reflek, ia tersenyum karena terbayang akan masa itu.

"Mama kenapa senyum-senyum?"

"Nggak. Siapa yang senyum?" Mama Lidia gugup.

"Alah. Mama nggak usah bohong. Niki bisa lihat kok mama senyum. Ingat sesuatu ya? Atau jangan-jangan, mama ada kisah seperti yang Niki bilang tadi?"

Deg

Pertanyaan Niki menjurus langsung ke intinya. Membuat mama Lidia tak bisa berkata apa-apa. Tetapi, sebaik mungkin ia menutupi kisah itu dari anaknya. Kisah yang ia ingin jangan sampai terulang kepada…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!