"Nata, ikut saya ke bagian administrasi! Kamu Selain, temani Niki dan Sandra!" titah pak Andrew tegas.b
"Baik, pak," jawab ketiga anak didiknya itu.
Pak Andrew langsung mengambil langkah meninggalkan mereka. Langkahnya panjang, sehingga Nata tertinggal.
"Makanya, jadi orang jangan terlalu kepo," sindir Salim kepada Sandra.
"Apa maksudmu?" tanya Sandra tidak mengerti.
"Gitu aja nggak ngerti. Tapi katanya pintar," cetus Salim asal.
"Jangan berdebat! Bapak kasih nilai fisika E, kalau sampai ketahuan berdebat!" seru pak Andrew dari kejauhan. Ia bahkan memberikan bumbu ancaman dalam ucapannya kepada kedua muridnya yang tak berniat untuk berhenti berdebat itu.
Sandra dan Salim terbungkam. Seketika bibir mereka terkunci dan tak mampu lagi untuk berucap. Yang tadinya mulut Sandra sudah menganga ingin membalas ocehan Salim, kini harus rapat tertutup. Tak mau ia nilainya jatuh hanya karena berdebat dengan laki-laki seperti Salim. Dia paling anti sama yang namanya laki-laki. Tidak percaya akan cinta, apalagi cinta pandangan pertama.
Salim dan Sandra akhirnya membawa langkah mereka masuk ke dalam ruangan Niki. Dengan mulut yang terbungkus rapat dan rapi.
"Kalian berdua kenapa?" tanya Niki kepada mereka.
"Diam seperti ini saja kompak amat. Serasi amat ya. Cocok deh," celetuk Niki, mengejek keduanya.
"Apanya yang cocok?" tanya Sandra, menyadari suara seseorang.
"Niki?" Sandra terkejut. Ia tak menyangka bila sahabatnya itu melihat ia dengan Salim yang masuk berbarengan ke dalam ruangannya.
"Kau nggak apa-apa? Mana yang sakit? Masih mimisan?"
Bertubi-tubi pertanyaan yang Sandra lontarkan kepada sahabatnya itu. Sahabat yang mau menemani dia dalam tawa dan luka. Yang mau menerimanya saat yang lain menjauhinya.
Niki tersenyum. Ia mengukir anggukan tipis di balik senyuman itu.
Sandra adalah orang yang sangat tulus berteman dengannya. Menerima dia dalam segala hal. Bahkan saat ia marah pun, hanya Sandra yang bisa menghadapinya bila dibandingkan dengan orang lain. Tatapan menakutkan dari…
Niki Untuk Nata
Bagian 34. Jujur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 37 Episodes
Comments
jhon teyeng
lanjut
2023-07-24
0