Namun, Ghaida pura-pura tidak mendengar dan langsung berlari ke kamarnya sendiri. Segera ia menutup pintu dan menguncinya dari dalam.
"Serem amat tawa Abang, kayak tawanya makhluk gaib dan tangisannya seperti kuntilanak yang kehilangan bayi." Tubuh Ghaida tampak bergetar takut, dia pikir saat ini sang kakak sedang kesurupan.
"Ckk." Di dalam kamar Gaffi berdecak kesal lalu melempar benda apa saja yang ada di hadapannya.
"Semua orang sama saja, hadir memberikan kenyamanan lalu meninggalkan sesuka hati," kesal Gaffi.
Prang.
Kali ini gelas dan vas bunga yang pecah di lantai sebagai korban amarah Gaffi.
Ghaida kaget mendengar suara barang-barang yang pecah dari arah kamar Gaffi.
"Ya ampun Abang ngamuk," ucapnya sambil meringis. Gadis itu langsung menelpon Sarah dan menjelaskan ketakutannya.
"Ya Allah ada apa lagi dengan ini anak?" keluh Sarah sambil bangkit dari duduknya. Sambil berusaha meredakan amarah Sarah beranjak ke kamar Gaffi dan mencoba bersikap lembut padanya.
"Kamu sebenarnya ada apa sih Gaff?" tanya Sarah lalu duduk di samping putranya.
Kali ini Gaffi tidak menjawab karena dalam hati dikuasai amarah yang tiba-tiba membludak tadi. Pria itu muntah lagi hingga dilantai tercecer cairan yang berbau busuk itu.
Sarah langsung memijit bahu Gaffi sebelum akhirnya menyuruh putranya untuk kumur-kumur dan membersihkan diri.
Saat Gaffi di kamar mandi, Sarah keluar dan menyuruh bibi untuk membersihkan muntahan Gaffi. Tidak menunggu lama tangan bibi yang cekatan itu langsung membuat lantai bersih seperti sedia kala.
Gaffi keluar dari kamar mandi dengan mantel mandinya. Ia melangkah ke arah Sarah yang kembali duduk di pinggir ranjang.
"Apa kamu masih marah karena mami dan papi melarang hubungan kamu dengan Jessica?" Sarah menatap lekat mata Gaffi. Gaffi langsung menunduk.
"Hanya karena itu kau malah berubah menjadi bad boy? Padahal dulunya kau adalah putra kami satu-satunya yang kami sangat-sangat banggakan. Gaff, maksud kami sebenarnya baik. Kami hanya tidak ingin kalian…
Pria Labil dan Gadis Galak
Bab 23. Petuah Sarah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 27 Episodes
Comments
Ir Syanda
Ya intinya kau harus tobat Gaffi ...
2023-08-26
0
Ir Syanda
Tuh dengerin, ortu biasanya kebih tahu yg terbaik buat anaknya
2023-08-26
0
Ir Syanda
Kesian yang bersihin muntahnya ntar ...
2023-08-26
0