...“We can only learn to love by loving.”...
Hey guys, this is my new story, jika ada kesamaan nama tokoh maupun nama tempat, mohon dimaafkan. Ini cerita real dari pemikiran saya sendiri, so enjoy reading the story.
Rescha, pria itu sedang sibuk menatap Sean yang sedari tadi mondar-mandir tidak jelas. Tangannya kini memukul pelan pundak dari sepupunya itu. Bukannya diam, Sean malah berteriak tidak jelas. Hal itulah yang membuat Rescha tersentak kecil.
"Lo kenapa sih, woy! Mondar-mandir mulu, setan. Gue pusing liatnya."
Yang ditegur kini malah menatap sinis Rescha. Dengan kencang ia kini melemparkan beberapa surat pengunduran diri milik beberapa karyawan perusahaan ini, kearah Rescha. "Lo liat itu, anjing! Gue lagi pusing sama ni proposal sialan, terus tu karyawan malah mutusin buat ngundurin diri. Ah, sialan!"
Rescha kini berdiri untuk menenangkan Sean. Pria itu mengambil surat pengunduran diri milik karyawan, lalu membacanya dengan seksama. Setelah dirasa mengerti, ia menjelaskan isi surat itu kepada Sean, "gue rasa wajar kalo mereka keluar, orang alesan mereka aja masuk akal gini. Baca yang jelas makannya, tod. Jangan emosi dulu elah," jelas Rescha, yang dibalas tatapan sinis oleh sepupunya itu.
"Gue dah baca, ya, anjing!"
Tidak ingin memakai kekerasan yang akan menyebabkan keributan, Rescha memutuskan untuk membacakan dengan keras, apa alasan para karyawan di perusahaan ini mengundurkan dirinya masing-masing. "Sekertaris lo ngundurin diri karena orang tuanya lagi sakit, sedangkan 2 karyawan lain mutusin keluar karena gak betah sama sistem kerja Mr. Adelar. That's a perfectly reasonable excuse, and I like the two employees' reasoning."
Mendengar penjelasan itu, Sean menganggukkan kepalanya paham, "sistem kerja Ayah gue keras banget, ya?" Tanyanya, yang dibalas acungan jempol oleh Rescha.
"Saran gue, mending ni perusahaan jatuh ke tangan lo aja. Gue males kalo si Adelar yang turun tangan."
Sean tertawa, "dia om lo, bodoh!" Koreksinya dengan santai.
Rescha mengedik…
The Perfect Boy
New trouble maker
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 24 Episodes
Comments