..."Benar apa yang mereka katakan. Sebesar apapun cintamu pada seseorang, itu bukan berarti kalian ditakdirkan untuk bersama."...
Nathan, pria itu baru saja keluar dari rumah sakit. Adiknya, yaitu Nabila, dengan segera pergi untuk menjemputnya. Nathan menghela nafasnya pasrah. Yang ia takutkan hanyalah satu, Sean Archie Fernandes lah orangnya.
"Abang," panggil Nabila secara lembut.
Yang dipanggil malah sibuk melihat kearah sekitar. Nabila dengan pemikiran Nathan, ia dengan cepat menjelaskan, jika Sean tidak bisa datang kesini, karena harus membantu Adelar memperbaiki masalah di kantor. Nathan bernafas lega. Setidaknya ia selamat dari musibah hari ini.
"Ayok pulang, Bang." Keduanya kini pergi. Selama diperjalanan Nabila banyak menceritakan tentang hubungannya dengan Sean. Nathan tersenyum, ternyata Sean tidak seburuk yang ia pikirkan.
"Besok Abang udah mulai kerja. Jaga diri kamu baik-baik, ya, Dek? Abang tau kamu punya banyak temen, tapi kejahatan bisa dateng kapan aja. Kalo bisa andelin Sean disetiap masalah yang kamu alamin. Ngerti kan, sayang?"
"Ngerti, tapi kenapa harus ngandelin Sean? Aku bisa jaga diri aku sendiri, Bang. Lagian Sean gak selalu ada buat aku."
Nathan mengangkat sebelah alisnya. Ia kini memerintahkan Nabila untuk mengirim pesan kepada Sean. Yang diberi perintah kini membulatkan matanya tak percaya. Apa-apaan Abang tertuanya ini?
"Dia lagi meeting. Mana mung---"
"Try first."
Gadis itu kini mulai mencobanya. Tak sampai lima menit, balasan pesan dari Sean kini terlihat. Nathan tersenyum mengejek kearah Adiknya itu. "Tuh, kan. There are no busy people in this world, it all depends on who should be prioritized."
Jujur saja, Nabila setuju dengan perkataan Nathan. Sesibuk-sibuknya seorang pria, ia akan menyempatkan waktu untuk memberi kabar kepada seseorang yang ia anggap itu penting.
Keduanya kini sudah tiba dirumah baru milik Nathan. Sebagai adik yang baik, Nabila dengan senang hati membersihkan beberapa debu yang ada dikamar Nathan. Setelah selesai,…
The Perfect Boy
agreement?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 24 Episodes
Comments