Senja kini berganti malam. Suasana rumah orang tuanya sepi. Starla sendirian di rumah, ditemani seorang asisten rumah tangga bernama Mbak Novi.
Papa, Ibu, dan Omanya menghadiri makan malam oleh salah satu kolega bisnis Edward. Tadinya, Edward mengajaknya untuk ikut, sekalian memperkenalkan Starla dan Ibunya kepada beberapa kolega yang juga akan menghadiri undangan makan malam tersebut. Hanya saja, Starla menolak. Dia tidak ingin kemana-mana.
Starla duduk pada kursi roda elektrik, menikmati cemilan yang dibuatkan Mbak Novi. Ditemani sebuah film genre komedi, yang membuatnya tak henti menertawakan tingkah absurd para tokoh.
Starla merendahkan volume televisi ketika mendengar deru mobil yang memasuki pelataran rumah.
"Mobil Papa?" gumam Starla.
Ia segera mendekati pintu utama, dengan terus menjalankan kursi rodanya. Gadis itu mengernyit, pandangannya buram karena cahaya diluar yang sangat remang.
"Hello, Sayang…,"
Tawa bahagia Starla langsung terdengar ketika pria itu menghampirinya, memeluk, dan mencium keningnya sebentar.
Devandra.
Si cowok tatoan tersebut masih rapi dengan kemeja putih, dan jas berwarna hitam yang ia sampirkan pada lengannya. Ia juga membawa serta koper kecil.
"Devan…," lirih Starla.
Devan berjongkok di hadapan Starla, memberi tatapan rindu yang luar biasa untuk istrinya.
"Kangen nggak?" goda Devandra.
"Masih nanya?" Starla memukul lengan Devandra, merasa kesal dengan pertanyaan suaminya.
Namun, tak urung hatinya untuk membalas ciuman Devan tadi.
"Katanya balik Jakarta besok," ujar Starla.
"Rindunya sudah meluap," sahut Devandra.
Ah, kan.. Wajah Starla berseri-seri mendengar gombalan receh suaminya. Namun, sialnya, Starla memang merindukan Devandra-nya.
"Ayo, masuk! Aku mau melepas rindu," ajak Devandra tak sabaran. Ia kembali berdiri.
"Melepas rindu?" Starla mengulang kembali kalimat yang menurutnya terdengar sangat ambigu.
Devandra menunduk, agar wajah mereka bisa sejajar. Tatapannya terasa teduh di hadapan gadis berkursi roda itu.…
SUAMI BUCIN STARLA
MELEPAS RINDU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 27 Episodes
Comments