Ketika hendak mencium bibir istrinya, suara dehem terdengar sangat keras di telinga khalisa dan juga Gus Yusuf, sampai-sampai Gus Yusuf menjauh dari khalisa, dua-duanya terdiam dan salah tingkah.
" kalau mau cium-ciuman di kamar bukan di ruang tamu" sindir ismail ikut bergabung dengan mereka. Sedangkan kedua pasutri itu merasa sangat malu karena kepergok seperti ini.
" Hmm... Ummi udah pulang?" tanya ismail mencari suasana. apa lagi melihat kedua pasutri ini terdiam satu sama lain. ismail merasa bersalah tapi mau gimana lagi, jika dirinya tidak menghentikan mereka, tidak tau apa yang akan terjadi di ruang tamu ini. ,
" Belum bi, Yusuf kira ummi perginya sama Abi" Jawab Gus Yusuf, setelah menghilang rasa malunya. sungguh ia sangat malu di pergoki seperti ini.
" Aku buatin teh ya bi" kata Khalisa sengaja memisahkan dirinya dari Abi, ia juga sama dengan Suaminya sangat malu, hampir saja mereka dipergoki.
" kalau mau mesra-mesraan itu di kamar, untung Abi yang lihat, coba kalau orang lain" Ismail kembali membahas itu kembali untuk menasehati sang putra. Ia sengaja mengatakan itu setelah khalisa pergi ke dapur, ia tahu pasti menantunya sangat malu. Apa lagi melihat merah padam muka khalisa tadi.
" iya Abi, maaf." Jawaban Gus Yusuf patut. Ia tidak menyalakan istrinya, tapi kejadian ini mengalir seperti air. Jujur saja melihat istrinya senakal itu membuat dirinya tergoda.
" oiya, untuk undangan pernikahan Kahfi rencananya mau di sebar kapan?" tanya ismail, karena undangan pernikahan Kahfi tidak hanya di hadiri teman-teman Kahfi saja, melainkan teman ismail, ummi Salma, Khalisa dan juga Gus Yusuf.
" sebagian udah bi, sebagiannya lagi rencana seminggu sebelum pernikahannya di adakan bi" ismail menganggukkan kepala paham. Tak begitu lama, khalisa kembali membawa dua gelas berisi teh.
" ini Abi, mas tehnya" kata Khalisa duduk.
" Gimana tadi ujiannya, lancar?" tanya ismail sambil mengambil cangkir teh yang di bawah khalisa dan meminumnya.
" Alhamdulillah lancar bi"
" Alhamdulil…
Khalisa Humaira
73
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments