Kini aku kembali terbangun disebuah ruangan yang terlihat seperti kamar, ya ini memang kamar.
"Kamu sebenarnya kenapa, Reta" tanya seorang laki-laki yang duduk disamping tempat aku terbaring, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Reiyand.
Aku juga bingung, bukan hanya tentang kondisiku saja tapi tentang semuanya. Sebenernya aku juga ingin hidup tenang dan melupakan segala kebingungan yang ku hadapi sejak berada di dunia ini tapi seolah-olah keadaan ini tidak mau aku melakukan hal itu.
"Dokter bilang kamu tidak kenapa-kenapa, semuanya normal tapi kenapa kamu bisa pingsan selama itu huh?" ujarnya lagi dengan wajah cemas dan terlihat sangat khawatir. Aku dapat mengerti dengan kebingungannya dan kekhawatiran yang dialami Reiyand.
Dari jendela kamar aku bisa melihat kalau langit sudah menggelap, itu berarti aku sudah seharian pingsan.
huh....
Entahlah aku pun juga bingung.
"Besok tabib akan datang kesini, Aku sudah menghubunginya jadi besok kau tidak perlu menghadiri kelasmu, kau cukup tidur dikamar ini sampai tabib itu datang, mengerti!" Aku hanya menganggukkan kepalaku atas respon dari perintah Reiyand barusan.
Aku masih terlalu bingung untuk membalas dan menentang perkataannya.
"Baiklah, Aku akan keluar dan memanggil pelayan. Setelah ini kau harus makan" Ujarnya lagi sambil berjalan keluar kamar dan meninggalkanku.
Sebelum pelayan yang dikatakan Reiyand datang, aku kembali memikirkan tentang beberapa hal yang sudah ku mimpikan tadi.
Pertama adalah tentang aku yang dulu ternyata pernah menggambar karakter bernama Jeriem, aku tidak tau itu ada hubungannya dengan dunia ini atau hanya kebetulan karena dulu aku memang suka menggambar seorang karakter dan memberikan mereka nama yang keren menurutku dulu.
dan kedua mimpiku tentang ayah yang dulu pernah membeli sebuah miniatur dengan desain yang sama persis dengan bangunan yang kini ku tempati.
Kalu dipikir-pikir keduanya berhubungan dengan hal hal yang kulakukan dan kulihat saat aku kecil dulu.
dan setelah aku ingat-ingat…
Reta'S Dream
episode 31
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments