Setelah keempat gadis itu pergi Lyli langsung berlari mengurung dirinya didalam bilik toilet.
Aku tidak tau apa yang dia lakukan, tapi dari sini aku bisa mendengar suara Isak tangis dari dalam.
Selama beberapa menit otakku serasa membeku, tidak bisa memberi perintah pada anggota tubuhku yang lain.
Aku mencoba kembali menyadarkan diri dan mulai mengetuk pintu bilik yang dimasuki Lyli.
"Lyli, ayo keluar mereka sudah pergi"
Tidak ada sahutan kecuali suara tangisnya yang terdengar tertahan.
Aku benar-benar bingung.
"Lyli!"
Masih tidak ada sahutan, bahkan sekarang sudah tidak ada lagi suara tangisan yang terdangar.
Aku sangat khawatir dengan apa yang Lyli lakukan didalam sana.
"Lyli!"
Kini aku mulai mencoba membuka pintu itu secara paksa, namun sama sekali tidak berhasil karena tenagaku yang tidak seberapa.
Aku mengeluarkan ponselku, mencoba menghubungi Regan, namun nomornya tidak bisa dihubungi, aku masih terus mencobanya hingga lebih dari lima kali, namun sama saja masih tidak membuahkan hasil.
Aku beralih dari nomor Regan kenomor Reiyandt.
Dan.
"Ya... Apa kau sudah membuat masalah?" Ujar suara dari seberang sana.
Aku ingin membalas perkataannya, namun aku ingat kalau sekarang bukan situasi yang tepat.
"Itu temanku, Lyli...dia..."
"Dimana kau sekarang?!"
"Toilet"
Sambungan terputus.
Kini aku benar-benar cemas menunggu Reiyandt datang.
Selang beberapa menit Reiyandt datang dengan dengan berlari dan juga wajah yang tampak sangat cemas.
"Dimana?"
Aku menunjuk kearah pintu bilik.
Tanpa aba-aba Reiyandt langsung mendobrak pintu.
Dengan sekali hentakan pintu itu terbuka, dan langsung menampilkan Lyli yang duduk dipojok ruangan dengan menenggelamkan wajahnya diantara dua kakinya.
"Lyli!" Panggil Reiyandt, namun sama sekali tidak mendapati sahutan.
Reiyandt langsung menghampiri Lyli yang ternyata sudah tergeletak lemas di atas ubin toilet.
Tanpa aba-aba Reiyandt langsung membopong tubuh Lyli, seakan tidak peduli dengan apapun Reiyandt melewati ku dengan Lyli yg ada di gendong…
Reta'S Dream
episode 25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments