Drrrttt.....
HP Rani langsung berbunyi selesai ia mengirim v1deo pada sang kekasih, penelepon adalah Jimy tanpa menunggu Rani langsung menerima panggilan telepon dari sang kekasih.
"Hallo, Honey. Aku suka konsep rumahnya, sederhana dan terlihat nyaman" di seberang telepon Jimy begitu antusias membicarakan soal rumah yang di lihatnya di V1deo kiriman sang kekasih tadi
Kedua pipi Rani memerah di panggil sang kekasih dengan panggilan kesayangan mereka di depan sang mama yang sepertinya mendengar obrolan mereka, bahkan Rani hanya nyengir menutupi rasa malu.
"Hallo, Honey"
"Honey, kamu masih disitu kan?"
Jimy berusaha memastikan yang menerima sambungan telepon tersebut sang kekasih, namun masih belum ada jawaban bahkan terdengar begitu hening di seberang telepon membuat Jimy khawatir.
"Hemm, I-Iya" Rani gugup setengah mati apalagi tatapan sang mama tak beralih
"Gak usah malu, Mama juga pernah muda kali" goda Sisil kemudian memilih meninggalkan sang putri yang ada di depan rumah pilihan sang putri
Huh....
Rani membuang napasnya secara kasar, entah mengapa ia selalu ketakutan jika sang mama mendengar ia berbicara dengan sang kekasih padahal ia sudah jujur bahwa memiliki kekasih.
"Honey, kamu baik-baik saja kan?" tanya Jimy kembali memastikan keadaan sang kekasih
"Iya aku baik-baik saja, maaf ya. Tadi aku sama Mamaku, aku malu kamu panggil Honey di depan Mamaku"
"Maaf, aku gak tau kalau ada Mamamu"
"Gak apa-apa, gimana benarkan setuju dengan konsep rumah pilihan ku?" tanya Rani memastikan perkataan sang kekasih tadi
"Iya!! Aku transfer ya uangnya ke kamu sekarang, beli cash sepertinya uang tabunganku cukup"
"Iya, aku tunggu. Aku akan kembali ke perkantoran developer buat urus, sekalian kirim surat-surat penting untuk pengurusan dokumen perumahan ini" kata Rani kemudian sambungan telepon pun berakhir
Rani melangkah menyusul sang mama yang sepertinya sudah kembali ke perkantoran developer perumahan yang hendak di belinya, namun tiba di ambang pintu masuk ia mendengar percakap…
Cinta Tak Harus Memiliki
Bab 47
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments