Tiga hari kemudian
Sang ibu begitu sibuk mempersiapkan bingkisan untuk di bawa ke kediaman Nadia karena malam ini acara lamaran akan di gelar, Putra hanya diam sudah pasrah dengan perjodohan yang di lakukan sang ibu.
Setelah ia merasa begitu kecewa karena cinta pertamanya tak akan bisa lagi di milikinya, bahkan mungkin perasaannya jadi mati rasa dengan semua kaum perempuan setelah patah hati untuk kesekian kalinya.
Patah hati dengan perempuan yang sama, Putra juga kembali ke jati dirinya yang dulu dingin dan tak bisa di sentuh bagaikan manusia kulkas yang akan susah di taklukkan oleh perempuan mana pun.
"Bagaimana, apa semuanya sudah lengkap?" tanya Sang ibu pada sang menantu istri kakaknya Putra
"Sudah, Bu"
"Alhamdulillah, Ibu benar-benar gak sabar melihat adikmu menikah" kata Sang ibu begitu berbinar membayangkan putra bungsunya menikah
Kakak ipar Putra hanya tersenyum, ia paham kalau adik iparnya sebenarnya tak menyukai perempuan yang bernama Nadia hanya saja adik iparnya terpaksa menyetujui perjodohan sang ibu lakukan ini.
Apalagi yang ia ketahui adik iparnya mencintai perempuan yang bernama Rani yang dulu sering di ceritakan adik iparnya pada sang suami, bukan ia kepo namun hanya saja sering mendengar.
.
.
"Putra, udah siap belum? Ayo kita berangkat" ajak Sang ibu setelah selesai sholat isya' mereka pun bersiap-siap akan berangkat ke kediaman Nadia
"Iya, Bu"
Putra sudah turun ke lantai bawah dengan penampilan tampak lebih rapi dari biasanya, ia tentu harus menghargai sang ibu yang memintanya untuk tampil lebih baik ketika hendak ke kediaman Nadia.
Dari rombongan Putra hanya ada sang ibu dan sang kakak sekeluarga, sebagian ada juga beberapa karyawan Putra yang memang di minta Putra untuk membawa bingkisan yang di siapkan untuk Nadia.
Hanya lima belas menit mereka sudah tiba di kediaman Nadia dengan mengunakan mobil karena jalanan juga tampak lengang, Putra dan rombongannya turun dari mobil masing-masing lalu melangkah masuk.
"Assalamualaikum" ucap Sang ibu denga…
Cinta Tak Harus Memiliki
Bab 77
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments