Yanti tengah menyuapi Kito saat dia mendengar Dennis memanggil.
"Yan! Yanti!"
Otomatis Yanti menggendong anaknya sambil berjalan ke arah asal suara. Setelah melongok ke berbagai ruangan, dia membuka pintu kamar yang gagangnya masih belum diperbaiki.
"Opo (apa), Pak?" tanya Yanti yang langsung menunduk melihat Dennis hanya memakai celana pendek dan kaos kaki.
Padahal di desanya dia sering lihat orang yang hanya pakai sarung atau celana panjang. Ibu muda itu heran, kenapa dia merasa malu waktu melihat Dennis tanpa baju. Dadanya berdebar-debar, ndredeg, seperti habis minum obat pilek.
Apa karena kulitnya putih? Apa karena wajahnya ganteng meski sering cemberut? Apa karena dada Dennis yang rata itu ada titik tahi lalat di lengan dan sekitar tulang selangka? Atau karena bukannya hitam, warna putiπg pak Dennis agak kecoklatan.
"Yan?" panggil Dennis lagi dengan suara kalem.
"Iya, Pak?" Yanti masih melihat ke lantai.
"Kemejanya kok sampai begini, Yan? Kamu gimana nyetrikanya?"
Kali ini Yanti langsung mengangkat wajah dan melihat ke arah kemeja garis-garis dengan cap gosong bekas setrika. Kini jantungnya berdebar untuk alasan yang lain.
"Itu .... Kelamaan disetrika, ya, Pak ... sampai gosong .... Kainnya masih bagus, Pak. Bisa dipake buat dirumah." Yanti mencari-cari cara agar tidak dimarahi.
Dennis menghela nafas. "Kalau semua bajunya buat dipake di rumah, terus aku kerja pake baju apa?"
Ini bukan pertama kalinya Yanti membuat noda hitam. Setiap kali setrika, pasti ada satu atau dua potong pakaian yang jadi korban, entah bekasnya jelas atau samar. Setelah hampir sebulan, hampir tidak ada pakaian Dennis yang bebas dari jejak gosong.
Yanti sudah berusaha bermacam-macam, pakai alas daun pisang, pakai kain tambahan, dia juga memerciki baju pakai air. Tiap kali, usahanya tidak membuahkan hasil.
Dia menatap sebentar ke wajah Dennis, menunjukkan penyesalannya. "Maaf, Pak," ujarnya singkat lalu menunduk lagi, belum terbiasa dengan penampilan ajaib Dennis.
"Habis ini kita pergi cari…
Istri Kontrak Palsu Sniper Pincang
16. Menempuh Hidup Baru (2)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments