Sejak kepulangan Waskito dari rumah sakit, Dennis merasa ada perubahan dalam diri Yanti. Wanita itu tetap tidak mau belajar dengan Niken dan sebagai gantinya lebih rajin mengaji dan ibadah lain.
Dennis sering membaca bahwa manusia cenderung mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa jika mengalami masalah pelik. Dia pun pernah melakukan hal yang sama. Tapi, tetap saja dia merasa aneh mendengar suara ayat-ayat yang dibaca Yanti di dalam rumah.
"Aku mau ikut kelompok diba'an, Pak. Biasanya gantian tiap selasa di rumah anggotanya," kata Yanti pada suatu pagi.
"Ha? Kelompok apa?" tanya Dennis yang tidak paham dengan maksud ibu muda itu.
"Diba'an.. pengajian itu loh, Pak. Nanti Kito aku ajak biar pinter ngaji."
Dennis yang merasa tidak ada yang aneh, hanya mengangguk. "Ya, kalau sering kumpul sama orang bisa nambah wawasan."
Yanti yang juga tidak terlalu paham maksud Dennis, senang mendapat ijin.
Selepas maghrib, Yanti yang biasanya menemani Dennis makan malam, tidak tampak.
Dennis pun menunggu hingga ibu muda itu muncul. Dia sedikit terkejut melihat Yanti berpakaian tertutup dan berkerudung, bahkan Waskito juga memakai pakaian serba panjang.
"Mau kemana?" tanya Dennis.
"Mau ikut diba'an, Pak. Lupa, ya, kalau tadi pagi aku sudah bilang... Nih, Kito juga ikut." Yanti mengayunkan tangan anaknya yang masih di gips. "Ayo, Kito, bilang, dada Pak Dennis..."
"Nniss!!" ulang Waskito dengan antusias.
"Hmm, baiklah," ujar Dennis meski dia ingin wanita itu tetap tinggal.
"Yan," panggil Dennis saat Yanti sudah akan beranjak.
"Hati-hati." Hanya nasehat singkat itu saja yang keluar dari mulut Dennis.
Ibu muda itu melempar senyum dan melambaikan tangan dengan gembira saat melangkah keluar rumah.
Dennis ingin Yanti lebih menggantungkan diri padanya. Tapi tidak masalah jika wanita itu ingin mendekati Tuhannya. Yang mana saja asal Yanti merasa senang. Dennis yakin kalau Dewa Langit dan Dewa Bumi menjaga semua ciptaanNya tanpa kecuali.
Pria itu kembali menghela nafas panjang. Selera makannya su…
Istri Kontrak Palsu Sniper Pincang
39. Halucyanth (1)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments
KiaHaldi
Uwah, Maksa nih.. ga boleh, Mbak..
2023-09-05
1