"Ya ampun ... Yunda! Ini rumah apa gudang kosong, sih, kok, kamu biarkan acak kadut seperti kapal pecah begini. Debu sampe tebal begini. Gak pernah disapu, ya? Terus kamu selama ini hanya diam di rumah ngapain saja, hah?!" Suara Uwa Rukmini membahana hampir memenuhi ruangan berukuran besar itu.
"Sudah dikasih tumpangan tempat tinggal gratis seperti ini malah gak tahu diri!" Uwa Rukmini yang sedang dikuasai emosi meluap itu terus mencaci dan mengintimidasi seorang ibu muda bernama Yunda yang sedang menggendong anak balitanya.
Mendengar bentakkan dan cacian yang secara langsung dan terang-terangan ditijukkan kepada dirinya membuat wanita berusia 25 tahun itu hanya mampu terdiam membisu sambil berdiri mematung.
Dalam hatinya ingin sekali ia menjawab dan menjelaskan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, yang ada bibir Yunda mendadak menjadi kelu seolah tak mampu untuk mengeluarkan sepatah kata pun.
Ibu muda itu berusaha meredam gejolak hati yang merasa perih bercampur malu karena di sana bukan hanya ada dirinya dengan Uwa Rukmini saja, melainkan ada dua tetangga juga yang sedang berada di dalam ruangan itu.
Beberapa hari sebelumnya. Hujan turun dengan begitu lebatnya hampir sehari semalam tanpa jeda. Sehingga rumah yang ditempati Yunda terrendam banjir karena sungai yang berada di belakang rumah meluap. Air itu masuk hampir ke seluruh ruangan dari depan hingga dapur di belakang.
Farhan, sang suami lalu mengajak Yunda beserta anaknya sementara untuk mengungsi ke rumah orang tua Farhan yang terletak di desa sebelah.
Di rumah sang mertua, Yunda tengah menidurkan Ifa, sang buah hati yang suhu tubuhnya mendadak tinggi. Otomatis tidak bisa ditinggal walau hanya ke kamar mandi sebentar pun. Ifa akan menangis dan merengek memanggil sang ibu.
Ponsel Yunda yang diletakkan begitu saja di meja kamar berdering dengan nyaring. Perempuan itu secepat kilat meraih dan memijit tombol jawab berharap suara bising dari telepon tadi tidak menggsnggu Ifa yang terlihat sudah mulai memejam…
Wanita-Wanita Pilihan
Wanita Penggenggam Sabar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments