***
Dari kemarin sore Resty hanya berbaring di tempat tidur. Puncaknya malam tadi badannya terasa remuk redam disertai demam tinggi dan muntah-muntah hebat.
"Minum teh manis hangat dulu, ya, setelah ini sarapan." Sambil menyodorkan segelas teh manis Hanif berkata lembut kepada sang istri.
"Tapi mulutku terasa pahit sekali, Mas, takutnya muntah lagi nanti kalau diisi minuman atau makanan," tolak Resty ragu.
"Coba aja dulu, daripada perutnya kosong nanti malah tambah parah gimana?" ucap Hanif seraya tangan kekarnya membantu membangunkan sang istri dari tempat tidur.
Setelah sedikit dipaksa akhirnya Resty pun meminum beberapa teguk teh hangat yang dibuatkan suaminya itu.
"Gimana kalau Mas cari bubur ayam dulu di pangkalan untuk sarapan? Mas sama Diva nanti sarapan nasi goreng aja. Gak apa-apa kan, kalau Mas tinggal sebentar?" tanya Hanif minta persetujuan sang istri.
"Iya, terserah Mas saja," jawab Resty lirih.
"Tunggu sebentar ya, Sayang," ucapnya, seraya mencium ujung kepala wanita yang dicintainya itu lembut.
***
"Ayaah ... aku mau pup, teriak Diva dari ruang tengah yang dari tadi asyik dengan tontonan kartun favoritnya.
" Iya, buka dulu celananya .... !" jawab Hanif.
Beberapa menit kemudian terdengar lagi suara cempreng anak perempuannya itu dari arah kamar mandi.
"Udaah .... !"
"Ya, tunggu sebentar, ya." Hanif menunda pekerjaan yang sedang membilas cucian pakaian.
"Aku sekalian mandi, ya, Yah?" pinta bocah berusia 3 tahun itu kemudian.
Sedangkan Resty hanya bisa menguping pembicaraan antara ayah dan anak itu dari balik kamar tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena kepalanya berat sekali walau hanya dibawa bergerak sedikit saja.
Usai mencuci dan menjemur pakaian, Hanif kemudian langsung mencuci piring dan peralatan dapur.
Hari ini harusnya pria yang bekerja di sebuah sekolah swasta sebagai tenaga honorer itu harus berangkat kerja. Tapi, karena melihat kondisi sang istri seperti itu ia memilih minta izin demi mengurus istri yang sedang sakit serta Diva yang masih membutu…
Wanita-Wanita Pilihan
Rasa Syukur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments