Aku menginjak pedal gas hingga kecepatanku di atas rata-rata. Pandanganku fokus ke depan, tapi sesekali aku melirik arloji yang melingkar di tangan kiriku. Sial, sebentar lagi bel masuk sekolah, aku tidak boleh sampai terlambat hari ini ada simulasi ujian akhir. Karena ke Blowfish kemarin aku pulang dini hari dan berakhir terlambat bangun.
DUK! Aku mengerem mendadak.
Kepalaku terbentur di setir mobil sesaat setelah aku mengerem mendadak karena di depan ada seorang nenek yang tiba-tiba saja menyeberang jalan. Aku kesal saat ini, aku sudah terlambat sekarang. Ah, menyebalkan. Aku segera turun dari mobil dan langsung menghampiri nenek itu karena dia sangat lambat menyebrang kalau menunggunya bisa-bisa aku tiba jam dua belas siang.
“Nek, kenapa menyeberang jalan sembarangan sih?” sambarku menghampiri nenek gendut dengan tongkat antik yang pangkalnya berbentuk kepala naga.
“Nenek bisa melihat gak sih? Jelas-jelas dari kejauhan ada mobilku kenapa masih nekat menyeberang jalan,” lanjutku..
Nenek itu menatapku dengan tatapan horornya, aku merinding, tapi tetap berusaha tenang membalas tatapan nenek itu.
“Nenek sudah tua, jalan pun isi bawa-bawa tongkat segala selain itu lihat fisik nenek yang gendut ini. Lebih baik istirahat saja di rumah, coba bayangkan kalau aku tidak bisa mengerem mendadak bisa-bisa nenek sudah tertabrak. Terus kalau semisal aku tabrak nenek terus nenek mati gimana? Kan nyusahin orang jadinya ya, bisa-bisa aku jadi tersangka tabrak lari loh,” omelku pada nenek itu yang masih belum juga mengeluarkan sepatah kata dari tadi.
Aku pikir sepertinya si nenek ini tunawicara. “Nenek bisu, ya? Bisa ngomong gak sih?” tanyaku.
“Atau nenek tuli, ya?” tanyaku lagi seperti orang bodoh yang bicara pada patung karena nenek itu belum juga bereaksi.
Oke, baiklah. Aku tidak peduli dengan nenek tua yang gendut ini, terserahlah dia bisu atau tuli itu tidak penting bagiku. Aku beranjak memilih untuk pergi saja dari pada harus meladeni nenek aneh ini. Namun, tiba-tiba langkahku…
GRIZELLE’S
8|Nenek Tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments