Aku meringkuk dalam selimut yang membalut tubuhku, sesekali aku mengerjapkan mata saat sinar mentari masuk melalui celah-celah gorden. Ini sudah pagi, rasanya aku ingin tidur saja seharian. Namun, mengingat tubuh gendut ini akan berdampak tidak baik jika aku bermalas-malasan. Aku harus bangun pagi, minum jus dan sarapan buah lalu jogging atau melakukan apa pun untuk membakar kalori.
Tok…! Tok…! Terdengar ketukan pintu.
“Non, Aurel. Sarapan sudah siap!” seru Bik Ema.
Dengan malas aku bangun dari tidurku, duduk di tepi ranjang seraya mengumpulkan nyawaku yang sepertinya masih di alam mimpi.
“Ya, Bik Ema. Nanti aku sarapan,” sahutku.
“Baik, Non,” balas Bik Ema lalu hening.
Aku beranjak dari tempat tidur lalu melirik jam dinding yang menunjukan pukul enam pagi. Masih terlalu pagi untuk bangun di pagi hari, menyebalkan sekali. Aku bergegas mandi lalu turun untuk sarapan.
“Pagi, Bik Ema! Pagi, Mbok Ratni!” sapaku sambil tersenyum lebar pada kedua asisten rumah tanggaku.
Aku bisa melihat wajah kaget bercampur heran mereka karena ini adalah pertama kalinya aku menyapa selama bertahun-tahun mereka bekerja di rumah besar ini. Aku merasa aneh, tiba-tiba saja aku ingin menyapa mereka. Entahlah atau mungkin aku memang sudah berniat menyapa mereka karena takut jika sebentar lagi Ayah dan Ibu juga berpaling dariku.
“Pagi, Non Aurel,” sapa mereka bersamaan.
Aku langsung duduk dan menyantap sarapan di meja makan. Jujur, hari ini aku tidak baik-baik saja. Aku sangat sedih jika mengingat reaksi Rio kemarin, dia bahkan tidak mengatakan apa pun dan langsung menutup telponnya. Rio pasti sangat kaget melihatku.
“Bik Ema! Mbok Ratni!” panggilku. Mereka langsung mendekat padaku.
“Kalian mau sarapan denganku?” tanyaku tiba-tiba. Menyedihkan sekali diriku, aku benar-benar merasa kesepian.
Bik Ema dan Mbok Ratni sontak saling menatap kikuk. Tentu saja, mereka pasti sangat heran denganku yang tiba-tiba bertingkah seperti ini.
“Non Aurel, baik-baik saja?” tanya Bik Ema khawatir.
“Apa perlu saya…
GRIZELLE’S
22|Healing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments