"Pak Darrel, ada tamu yang ingin bertemu bapak. Pak Arya Kaliandra." kata Dian yang menyampaikan pesan saat Zaidan baru saja tiba ke kantornya.
"Ck, kurang pagi nih orang datang." gerutu Zaidan dan Dian hanya diam saja. Dia melihat aura suram dari wajah bos nya ini
Saat ini Zaidan terlihat sedang tidak bersahabat.
Dan itu memang benar, Zaidan uring-uringan karena Kartika mendiamkannya. Memang istrinya menyiapkan segala perlengkapannya untuk ke kantor seperti biasa. Tapi tak ada suara omelan yang terdengar dari istri cantiknya itu.
Zaidan sengaja meletakkan handuk di tempat tidur. Berharap Kartika akan mengomelinya seperti biasa. Tapi, Kartika hanya mengambil handuk itu dan menjemurnya di balkon kamar.
Zaidan merasa mati kutu, dia rela jika Kartika memukulinya atau mencakar wajahnya asalkan dia bisa mendengar suara merdu istrinya itu.
Seorang pria paruh baya yang merupakan rekan bisnis Zaidan itu berdiri dari kursi yang didudukinya setelah melihat Zaidan masuk ke ruangan itu.
Di lantai ini memang Zaidan memiliki ruangan khusus untuk menerima tamu, jadi dia tak sembarang orang bisa masuk ke ruangan kantornya.
"Sepertinya ada hal yang sangat penting sampai-sampai pak Arya datang sepagi ini ke kantor saya." kata Zaidan sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan pak Arya.
Terlihat wajah kusut dari pria yang hampir menginjak usia enam puluh tahun itu. Sebenarnya Zaidan sudah tahu maksud kedatangan pria ini, tapi dia tak mau gegabah. Karena bisa membahayakan rencana yang sudah mereka susun.
"Maaf saya mengganggu waktu anda sepagi ini. Saya datang kemari karena ingin meminta bantuan pak Darrel. Saat ini perusahaan retail saya sedang dalam masalah." kata pak Arya. Dia diam sejenak dan menghela nafasnya agak panjang, terlihat guratan kelelahan di wajah pria tua itu.
"Mantan sekretaris putra saya membuat masalah dengan anda dan itu berdampak pada perusahaan retail kami. Saat ini saham perusahaan saya goyang. Saya mohon pada pak Zaidan, jangan usik perusahaan itu. P…
Cahaya Cinta Kartika
Bab 64
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments