Gadis itu memarkirkan sepedanya di depan sebuah bangunan tua, ia terlihat menghirup aroma dalam-dalam. “aroma serabi memang selalu menggoda” desis nya membayangkan betapa nikmat kelumeran serabi memenuhi mulutnya, manis gula jawa dengan perpaduan gurihnya biang bercampur santan. Suasna di sana memang tidak terlalu ramai di jam menuju petang ini, biasanya warung ini akan tutup tepat jam 6, dan jika Aira menginginkannya ia akan selalu datang di jam menuju petang ini, menjadi pelanggan terakhir rasanya selalu menyenangkan.
Tanpa ia sadari seorang lelaki berjalan pelan mendekatinya.
“mau jajan di sini?” sebuah pertanyaan dengan nada berat membuat Aira terkejut dan menoleh, setelah sadar siapa empunya suara dengan semangat Aira mengangguk.
“iya, disini serabi paling enak yang pernah ada di kota ini!” tukas Aira lalu menatap lelaki itu lagi.
“lo yang tadi pagi kan? makasih ya! sepedanya udah jadi tuh, cuma habis 150, sisanya gue pakai buat beli token sama jajan…” sambung Aira membuat Johan menoleh kearahnya, lalu menatap sepeda yang di tunjuk Aira.
“jadi gimana interview nya?” tanya Johan mengingat tadi pagi sepertinya gadis itu mengatakan tentang interview.
“ga jadi interview, soalnya pertama gue telat, kedua kalau pun gue di kasih waktu sepuluh menit buat sampai sana, gue ga bisa ninggalin sepeda gue gitu aja di bengkel… gue ga bisa sepercaya itu sama orang, pada akhirnya besok gue harus cari pekerjaan lain…” jawab Aira jujur, memang pagi tadi dirinya di minta datang dengan waktu 10 menit.
“emang lo ngelamar pekerjaan di mana?” tanya Johan lagi, membuat Aira menatapnya dengan kerutan kening yang dalam. mereka baru ketemu hari ini, lalu kenapa lelaki itu seperti mengorek semua tentangnya? “jangan salah faham, gue cuma coba bantuin lo! siapa tau gue bisa lobi tempat lo mau interview tadi, itupun kalau tempat lo ngelamar kerja ternyata masih koneksi gue. Itung-itung permintaan maaf gue karena udah ngerusak hari lo yang berharga…”
“oke oke, jadi yang harusnya gue interview…
SEMUSIM
Johan : Namanya Aira?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments