Johan beberapa saat terpaku di depan komputernya, tidak melakukan apapun, Pikirannya penuh akan sosok Aira. Entah dirinya juga tidak mengerti, sejak awal bertemu Aira seperti ada kekuatan magic yang membuat Johan hanya ingin Aira di dekatnya, meskipun ia juga tahu jika di luruskan dengan benang merah mereka tidak berhak menjalin ikatan yang kuat.
"Ketika seorang ibu bicara dengan bayinya."
Ucapan Aira dan cara gadis itu memandang putranya terngiang dalam benak Johan, jika di ingat lagi ibunya juga bersikap tidak biasa pada Aira, jika biasanya sang ibu akan bersikap tenang tidak banyak bicara ketika pertama kali bertemu dengan orang baru, kecuali jika seseorang baru itu adalah rekomendasi, sedangkan Johan tidak pernah cerita sedikitpun tentang Aira. Satu hal lagi yang mengganggu pikiran Johan, ibunya bahkan tidak banyak komentar ketika semalam dirinya sedekat itu dengan Aira, malah terkesan menggodanya dengan kalimat-kalimat yang ia yakin Aira justru yang akan merasa tidak enak dengan cara ibunya bercanda.
"Ada apa dengan tatapan mata itu?" gumam Johan terusik.
###
"Bang, gue pengen ngomong agak serius!"
Johan membaca chat yang baru di kirim Aira, dahinya berkerut keras, ia baru saja kembali dari ruang meeting. Lelaki itu lalu duduk di singgasananya.
"Mau ngomong apa?"
Johan menjawab chat tersebut dengan raut bingung, tak perlu menunggu waktu lama jawaban dari Aira datang.
"Lo pulangnya jangan kemaleman, nanti gue ngomong di rumah aja."
Tanpa sadar Johan tersenyum lebar lalu menatap langit-langit ruangannya dengan perasaan aneh yang terasa tidak asing tapi menyenangkan sekaligus melegakan, "pulangnya jangan kemaleman? di rumah? rasanya seperti sepasang kekasih, hehe," gumam Johan membaca balasan Aira lagi lalu Johan mengetikkan pertanyaan.
"kalau pulang istirahat gimana?"
Bukannya mendapat balasan, Johan justru di buat terkekeh dengan panggilan dari Aira.
"Gimana?" tanya Johan akhirnya menahan tawanya, entah rasanya semenyenangkan itu.
"nggak usah pulang pas istiraha…
SEMUSIM
Bayangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments