Moses berdiri cukup lama di depan pintu dapur, mengamati kebun lily milik mamanya.
"Kemana ya bunga lily orange itu? Masa sih ada yang cabut? Perasaan Pak Diman gak ada ke sini buat bersih-bersih deh."
Moses membuka pintu dapur dan melangkah keluar. Thalita mengikutinya dari belakang. Bahkan saat Moses mulai berjalan di antara bunga lily, Thalita masih mengekor di belakangnya.
"Lihat, Bang! Sepertinya ada yang lewat sini sambil menyeret sesuatu. Rumput-rumput di sebelah sini pada rebah dan layu," tunjuk Thalita.
"Benar sekali katamu, Tha. Seperti ada benda berat diseret di antara tanaman lily ini," kata Moses.
"Kira-kira apa ya, Bang? Masa sih ada maling yang abis nyuri dari rumah Abang terus kabur lewat sini?" tanya Thalita.
"Gak mungkin, Tha. Sekeliling kebun ini pagernya tinggi. Kamu lihat saja, di atas pager masih dikasih kawat berduri, kan? Lagian gak ada yang hilang dari rumahku." Moses menunjuk pagar sekeliling kebun dan rumahnya.
"Iya juga sih. Eh, Bang! Coba lihat! Lily orange kan di sekitar sini kan kemarin? Ini bekasnya ada yang cabut."
Moses dan Thalita mengamati kebun tempat lily orange sebelumnya berada. Tanah di sekitar tempat ini terlihat berantakan, seperti habis digali dan ditimbun lagi.
"Benar kata kamu, Tha. Di sini memang tampat lily orange, pas di bagian tengah taman. Ini seperti bekas digali kemudian lily itu ditanam lagi secara asal, jadinya mati."
Di antara tanah yang kelihatan berantakan, memang ada tanaman lily yang layu, bahkan mulai mengering. Seperti kata Moses, lily itu seperti habis ditanam lagi. Musim kemarau yang panjang membuat bunga yang ditanam tanpa disiram menjadi layu.
"Kok aneh ya, Bang? Kira-kira ini ulah orang atau binatang?"
Moses menggeleng, dia juga tidak tahu pasti apa atau siapa yang menyebabkan semua ini. Kalau hewan, pastilah itu hewan yang cukup besar, karena kerusakan yang ada tidak mungkin dilakukan oleh hewan kecil seperti tikus misalnya. Pastilah hewan sejenis babi hutan yang bisa membuat kekacauan seperti ini.
…
Tragedi Bunga Lily
Part 55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Irene Puspitasari
semoga enggak
2024-01-23
0
FiaNasa
jangan smpai Cristian m Thalita jd korban Moses
2024-01-23
0