Malam semakin larut, tetapi rasa kantuk sudah hilang dari Christian dan juga Pak Giman. Ditambah kopi pahit yang tadi sempat diseduhkan Bi Sari sebelum perempuan setengah baya itu masuk ke peraduan, membuat Christian masih semangat mendengar kisah yang keluar dari bibir suami Bi Minah.
"Waktu Bapak terima kabar bahwa Nyonya meninggal karena kecelakaan, rasanya sama kayak saat ini, Mas. Sakit sekali hati Bapak," kata Pak Giman sambil mengusap dadanya.
"Mamanya Bang Moses meninggal karena kecelakaan kan, Pak?" tanya Christian.
Pak Giman menggeleng cepat, membuat Christian menegakkan punggung. Pasti ada kisah tak terduga lagi yang akan keluar dari bibir Pak Giman yang menghitam karena banyaknya rokok yang singgah di sana.
Christian melirik puntung rokok yang memenuhi asbak di depannya, merk yang berbeda dengan puntung yang dia temukan di kebun lily. Puntung rokok milik Pak Giman dari jenis rokok murahan, berbeda dengan puntung rokok mahal yang dia temukan beberapa waktu lalu.
"Menurut dugaan Bapak, Nyonya meninggal karena dibunuh."
Walau sempat mempunyai dugaan seperti itu, tetap saja Christian merasa terkejut. "Dibunuh? Bapak punya dugaan tersangkanya?"
"Siapa lagi kalau bukan Tuan, Mas? Dia yang paling punya peluang untuk membunuh Nyonya. Mamanya Den Moses itu kan gak pernah keluar rumah, Bapak aja ragu dia punya kenalan lain di luar sana."
"Alasannya apa, Pak?"
"Alasan? Alasan Bapak punya dugaan kayak gitu?"
Christian menggeleng, tetapi kemudian mengangguk. Sebenarnya dia ingin tahu apa yang menjadi alasan si Nyonya dibunuh bukan alasan Pak Giman menuduh. Namun demi kenyamanan nara sumber, Christian harus bersabar. Membiarkan Pak Giman bercerita sesuai suasana hatinya.
"Apalagi kalau bukan cemburu, Mas. Nyonya itu sering memanggil Bapak ke rumah tua dengan banyak sekali alasan. Suruh bersih-bersih kebun lah, gudang lah, perpustakaan lah, padahal tujuannya cuma satu, bercinta dengan Bapak."
Menghela napas dilakukan Christian untuk melegakan dadanya yang tiba-tiba ses…
Tragedi Bunga Lily
Part 88
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments