Adijaya tenang-tenang saja seolah tidak merasakan apa-apa. Ia malah melambatkan laju kereta. Semakin pelan seperti langkah kerbau yang menarik pedati.
Hawa membunuh semakin pekat. Kesiur angin sangat lembut menyapu tengkuknya.
Tep!
Dua jari tangan kanan Adijaya bergerak ke leher. Sebuah pisau terbuat dari bahan emas murni terjepit di antara dua jari itu.
Pisau tajam itu dihunuskan oleh gadis bernama Pancariti ini. Wajahnya pucat pasi mengetahui usahanya gagal untuk membunuh Adijaya.
Kejap berikutnya Adijaya masuk dan menutup pintu kereta. Membiarkan dua ekor kuda penariknya berjalan tanpa dikendalikan.
Pemuda tampan ini memegang pisau sambil memperhatikan. Sementara Pancariti tampak ketakutan. Badannya merapat ke dinding.
"Terbuat dari emas murni," ujar Adijaya tenang. "Aku baru sadar kalau tubuhku kebal sehingga membunuhku harus dengan senjata khusus,"
Adijaya menatap lekat wajah Pancariti yang seputih mayat. Sudah kulitnya putih, pucat lagi.
"Saat kau teriak minta tolong. Teriakanmu menggunakan tenaga dalam. Begitu juga tiga orang lelaki itu tertawa dengan tenaga dalam. Semuanya bertujuan agar terdengar olehku. Benar, kan?"
Nyatanya memang benar. Mereka cuma bersandiwara untuk memancing Adijaya.
"Aku tahu kau pasti lebih memilih mati daripada memberikan keterangan!"
Perlahan tangan Adijaya membelai pipi gadis itu. Tatapan pemuda ini tajam bagai menghujam ke dalam sanubari. Pancariti mengakui pemuda ini memang gagah idaman para gadis.
Dari pucat kini wajah gadis itu merona merah. Jantungnya berdegup kencang saat wajah mempesona sang pemuda semakin mendekat. Tampaknya gadis ini pasrah walau punya kemampuan beberapa jurus, tapi mustahil bisa mengalahkan Adijaya.
Upaya untuk membunuhnya saja gagal. Padahal sudah memperhitungkan dengan cermat. Keadaan Adijaya sangat lengah tadi. Namun, dia tidak tahu naluri pemuda itu sangat peka.
"Tenang saja," ucap Adijaya pelan sangat dekat di wajah gadis itu. Hampir menyentuh. "Aku akan menunggu yang berikutnya."
Sebenarnya Adijay…
Pendekar Payung Terbang
Pembunuh Jatuh Cinta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 211 Episodes
Comments
Asep Dki
serangan tiba tiba..
2021-01-15
1
Putra Indra
kasihan pancariti tuh tolong di bantu merasakan indahnya cinta Di....
takutnya nanti mati penasaran karena belum merasakan 😂😂😂😂
2020-11-18
3
Giri singodiwiryo
raja jg pnya selir
pendekar jg boleh pnya
2020-11-11
3