Hening, sepi dan dingin, itulah yang terjadi di ruang tengah apart Galen saat ini. Baru saja Varo meninggalkan ruangan, menyebabkan suasana berubah total. Tidak ada lagi canda tawa, obrolan manis dari kedua orang tuanya, yang ada hanyalah tatapan tajam sang Papa juga tatapan jengah sang Mama. Galen diam, Ia tidak mau memulai percakapan apapun sampai kedua orang tuanya sendiri yang memulai.
"Saya sudah tidak tahan dengan keluarga ini" Mama Galen orang pertama yang memecah keheningan.
"Jangan bertingkah seolah-olah kamu yang paling menderita" sanggah Papa Galen.
"Bukankah memang seperti itu? Kamu tidak tahu sakit nya saya ketika mendengar ucapan orang tua mu, melihat betapa bencinya mereka denganku, sedangkan aku tidak pernah berbuat salah dengan mereka." Galen menatap Ibunya sendu.
"Dan kamu, mana janji kamu yang katanya akan meratukan saya? Menomer satukan saya? Membela saya apapun yang terjadi? Kamu hanya mementingkan egomu sendiri, kamu hanya menginginkan anak kan dariku? Ambil Galen dan aku akan pergi" tambah Mama Galen sesekali mengusap air mata yang telah tumpah.
Galen tidak mengerti sebenarnya apa tujuan mereka kesini. Apakah hanya berpindah tempat berdebat? Atau hanya berniat menyakiti Galen? Galen hanya bisa diam mendengarkan keduanya.
"Saya memang dulu mencintaimu tapi melihat dirimu gila kerja saya jadi muak, saya tidak suka wanita yang terlalu mencintai pekerjaannya. Hh dan kamu benar tujuan utama saya hanya menginginkan anak untuk penerus bisnis saya, tapi lihat bahkan Gavin sekarang telah bisa berbicara, jadi jika kamu ambil anakmu aku juga tidak peduli." Galen menundukkan kepalanya begitu dalam, ucapan Papa Mama nya berhasil membuat Galen kembali merasa tidak diinginkan.
"Tapi Gavin tidak sepintar anak ku" sombong Mama Galen menatap tajam sang suami.
"Sebenarnya tujuan kalian kesini apa?" Galen akhirnya bersuara, Ia tidak mau mendengar kata-kata yang menyakitinya lagi.
"Kita akan bercerai"
Hening.. ruangan itu kembali hening, tidak ada yang kembali ber…
Falling In Love
17. Rumah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 22 Episodes
Comments