Dalam perjalan kerumah Revita mata Anggar selalu mengembun berkaca-kaca. Padahal itu hal wajar kalau Revita memang dekat dengan temannya laki-laki, karena sedikit banyak tetap akan berinteraksi. Anggar pun tak punya hak untuk melarang semua yang akan Revita lakukan. Tapi Anggara hanya butuh penjelasan.
Karena ini tidak terbiasa bagi Revita, dia paling anti dekat dengan laki-laki, apalagi sampai makan dan jalan.
Sesampai nya di kostan Revita, pemandangan yang membuat Anggar sakit hati ke sekian kalinya. Anggar tidak jadi masuk ke gerbang kosan Revita, ia lebih memilih menunggu didepan gerbang sampai laki-laki yang bersama Revita pulang.
Lama menunggu akhirnya Dion pun pulang, Anggar pun langsung masuk. Baru Revita mau menutup pintu, ia dikagetkan dengan suara motor Anggar.
Revita yang kaget pun langsung keluar.
''Mas Anggar, ada apa malam-malam gini,'' tanya Revita sambil lari ke arah Anggar.
Saat mendekat Revita tahu kalau Anggara habis menangis, matanya merah dan sembab terlihat sekali, apalagi kulit Anggar yang putih bersih.
''Ma..mas Anggar nangis? Kenapa mas?'' tanya Revita yang tidak mengerti apa yang membuat Anggar nangis.
''Mas dari tadi didepan gerbang, nunggu teman cowo mu pergi.''
''Mas Anggar kenapa nggak langsung masuk, tadi dii...''
Belum selesai Revita bicara, Anggar langsung memotongnya dengan jawaban dingin
''Mas nggak mau ganggu.''
Revita membuang nafas kasar, ia tahu kalau Anggara lagi marah saat ini. Jelas Anggar marah, karena selama ini memang tidak pernah ada laki-laki yang main di kosan Revita atau bahkan dekat dengan Revita.
Ya, Revita pun menyadari itu, selama ini dirinya memang tidak mau terlalu dekat dengan laki-laki, setiap harinya cukup sapaan dan senyuman jika bertemu teman atau orang yang dikenalnya, tanpa pernah membuka obrolan dengan laki-laki manapun. Revita lakukan itu untuk menghindari rayuan-rayuan gombal laki-laki yang bikin Revita malas, juga menjaga perasaan Anggar.
Namun hari ini Revita melakukan hal itu, makan, diantar Dion,…
Sebuah Rasa Yang Masih Tertinggal
MARAHNYA ANGGARA
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments