Darda membuka matanya kala sinar fajar menembus dinding kamarnya dan mengenai indranya. Ia merasakan tubuhnya yang sama sekali tidak fit. Kepalanya terasa pusing, matanya perih, dan tubuhnya terasa memanas semua. Darda pun bangun dari tidurnya dengan tangan yang memegangi dahinya. Ia turun dari ranjangnya untuk mengambil beberapa makanan di dapurnya. Langkahnya tiba-tiba terhenti di anak tangga keempat kala melihat sesuatu.
"Bibi?"
Wanita yang dipanggilnya bibi dengan umur sedikit lebih muda dari ibunya itu berada di depan meja makan yang tak jauh dari langkahnya. Sang bibi terlihat sibuk melakukan sesuatu yang terlihat membelakangi Darda.
"Iya Darda, tadi ada yang nyariin kamu." ungkapnya sambil kembali melakukan apa yang sedari tadi dilakukannya. Perhatiannya masih tak teralihkan dari apa yang dikerjakannya sekarang.
"Siapa bi?" kini Darda sudah berada di samping bibinya duduk manis sembari melihat bibinya yang dari tadi mengeluarkan makanan dari sebuah totebag kertas berwarna coklat.
"Ini." jelas bibinya sambil memberikan sepiring sandwich dan segelas susu hangat di mejanya.
"Ya ampun Darda!"
Darda yang akan makan itu terlonjak kaget dengan teriakan bibinya yang ada disampingnya, "A-ada apa bi?"
Sungguh, bibinya itu tidak memperhatikannya dari saat Darda datang hingga duduk seperti sekarang. Rambut yang berantakan, mata yang merah sembab juga terlihat sakit itu membuat sang bibi khawatir. Tangan hangatnya kemudian ditempelkan di dahi Darda guna memastikan pikirannya sekarang. Dan benar saja! Bibi tersebut langsung mengambil termometer di laci tidak jauh dari tempatnya berada. Menaruhnya dalam mulut Darda beberapa waktu kemudian mengambilnya lagi dan membaca dengan serius.
Ketika mengetahui ada di angka berapa suhu badan keponakannya sekarang, ia langsung bergegas membawa keponakannya itu untuk ke rumah sakit.
"Bibi! Gak perlu!" ujar Darda kala melihat bibinya itu sudah sangat siap membawanya ke rumah sakit. Buktinya sekarang sang bibi sampai mau menelep…
TRUST
Laki-laki Misterius
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 37 Episodes
Comments