Saat mereka tengah serius, lalu tiba - tiba ada suara teriakan kesakitan dari arah dapur, membuat mereka terkejut
ARGGGGG...... Akkkkkkhhhh
"eh itu ada yang teriak, si Andra kenapa ya. dia liat kecoa atau apa" ucap Raditya dengan bercanda
"emang Andra takut sama kecoa sampe teriak begitu" Vivi mengabaikan ucapan Radit " dah gue liat dulu ke dapur, kali aja dia kepleset gitu " Vivi bangkit dari duduknya dan kemudian menuju dapur.
tak berselang lama suara teriakan Vivi mengejutkan mereka semua
"Andra!!!" teriak Vivi dari dapur.
"Vivi kenapa tuh" Raditya langsung bangkit dan menuju ke arah dapur di ikuti Rena, dan Tika.
Brayen dan Marvel pun ikut serta mereka penasaran dengan apa yang terjadi, dan Mella pun mengikuti Marvel di belakang pria itu. jujur saja saat ini ia masih takut dan trauma tetapi rasa penasaran yang mendorong Mella untuk berani
"kenapa Vi " tanya Radit saat sampai di dapur
"A...Andra Dit" Vivi menunjuk ke arah Andra yang sedang menahan pisau di tangannya, tetapi ia hanya melihat Andra saja yang memegang pisau, namun aneh nya mata pisau mengarah ke arah mata Andra.
"gawat, Vel, Bray" Raditya langsung berteriak memanggil dua sahabatnya itu
Marvel dan Brayen langsung terburu menuju dapur, dan mereka melihat ke arah Andra. di sana terlihat sosok kuntilanak merah memegang pisau ke arah Andra, terlihat darah menetes dari tangan Andra yang menahan mata pisau melukai dirinya.
Mella yang penasaran pun melihat ke arah Andra, dan betapa terkejutnya ia karena untuk pertama kalinya ia melihat sosok bergaun merah, berambut panjang dengan wajah mengerikan sedang mengarahkan pisau ke arah Andra
"Akhh...itu apa wajah nya seram sekali" teriak Mella sembari menutup matanya ia menunjuk ke arah Andra
sontak Marvel dan Brayen menatap ke arah Mella begitu pun Tika, Rena dan Vivi dan Raditya. pasalnya mereka tidak melihat apa pun namun itu bukan hal aneh bagi Raditya namun tidak untuk ketiga cewek di samping nya itu
"kamu bisa lihat Mell" tanya Marvel dan Mella hanya mengan…
SERUPA
Kuntilanak merah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments